Namlea – Radarnasionanews.com – Kesabaran para pemuda dan mahasiswa telah mencapai batasnya.
Melihat bumi Bupolo yang kian sekarat akibat keserakahan dan praktik tambang ilegal, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Republik Indonesia (DPD GMPRI) Maluku bersama Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Adat Buru (GMPDB) Bupolo melepaskan tuntutan keras: Hantam dan tertibkan Gunung Botak tanpa kompromi!
Dukungan penuh diberikan kepada TNI untuk mengambil tindakan represif yang terukur dalam membersihkan kawasan tersebut dari oknum-oknum yang memperkaya diri di atas penderitaan rakyat dan kehancuran ekosistem.
“Gunung Botak Bukan Ladang Jarahan!”
Bagi GMPRI dan GMPDB, kehadiran TNI bukan sekadar simbol keamanan, melainkan pedang keadilan yang harus memutus rantai mafia tambang. Narasi yang dibawa bukan lagi soal negosiasi, melainkan penyelamatan harga diri Maluku melalui tiga tuntutan tajam:
Pembersihan “Hama” Lingkungan: Merkuri dan sianida telah meracuni tanah adat Bupolo. Penertiban oleh TNI adalah operasi penyelamatan nyawa manusia dan masa depan ekologis Maluku. Jangan biarkan racun menjadi warisan untuk anak cucu!
Hentikan KKN di Lahan Tambang: Selama ini, kekayaan Gunung Botak hanya mengalir ke kantong-kantong gelap. GMPRI dan GMPDB menegaskan bahwa ketertiban hukum adalah harga mati agar kekayaan alam kembali ke pangkuan rakyat melalui tata kelola yang legal dan transparan
Pembangunan Bukan Penjarahan: Pembangunan di Maluku mustahil terjadi jika sumber daya alamnya dijarah secara barbar. TNI harus menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa tidak ada satu inci pun tanah Buru yang dikuasai oleh kepentingan ilegal yang merugikan daerah.
Pernyataan Sikap: Perlawanan Terhadap Pembiaran
Dalam orasinya yang berapi-api, perwakilan koalisi pemuda ini menegaskan:
“Kami tidak butuh retorika! Kami butuh aksi nyata di lapangan. Jika hukum sipil dipermainkan oleh oknum, maka biarlah taji TNI yang berbicara. Gunung Botak adalah milik rakyat Maluku, bukan milik para pecundang yang bersembunyi di balik modal ilegal!”
Membangun Fondasi Baru di Atas Ketegasan
Meskipun bernada keras, tuntutan ini memiliki visi yang mulia. Penertiban ini adalah “operasi bedah” yang menyakitkan namun diperlukan untuk membuang kanker yang selama ini menggerogoti kesejahteraan masyarakat Buru.
Dengan kembalinya kendali negara di Gunung Botak melalui tangan TNI:
- Ekosistem akan bernapas kembali.
- Investasi yang sehat dan legal akan masuk.
- Kesejahteraan rakyat Maluku tidak lagi menjadi dongeng.
Satu barisan, satu komando! DPD GMPRI Maluku dan GMPDB Bupolo berdiri kokoh di belakang TNI. Jangan ada lagi tawar-menawar bagi perusak lingkungan. Bersihkan Gunung Botak sekarang, atau kita kehilangan masa depan Maluku selamanya!
#SaveGunungBotak #TNIBersamaRakyat #MalukuMelawan #BupoloBermartabat.”! (Tim – 01)







