Namlea – Radarnasionalnews.com-Sebuah kisah persaudaraan yang luar biasa, akhirnya dipertemukan kembali, tersaji penuh haru di Sekretariat DPD Anak Muda Kepulauan Evav (AMKEI) Indonesia Kabupaten Buru pada Sabtu, 22 November 2025.
Pertemuan antara keluarga besar Maluku Tenggara yang diwakili oleh AMKEI, dan keluarga besar Tanimbar (Batbual), bukan sekadar agenda organisasi, melainkan sebuah reuni emosional yang menghidupkan kembali roh kekeluargaan sejati.
Ketua DPD AMKEI Buru, Kahar Balubun, menjamu rombongan Tanimbar dengan sambutan yang hangat dan penuh kerendahan hati. Ia menegaskan bahwa inti dari pertemuan ini adalah untuk memperkokoh kembali tali persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.
“Saya merasa bahagia yang luar biasa atas kehadiran keluarga besar Batbual dari Tanimbar. Pertemuan ini adalah bukti bahwa tali persaudaraan kita tidak akan pernah putus,” ujar Kahar, mewakili keluarga besar Maluku Tenggara di Buru.
Puncak keharuan terjadi saat Baharudin Besan, seorang tokoh adat, menguak kembali lembaran sejarah. Ia menceritakan bahwa perpisahan antara leluhur Batbual dan Latbual kini terobati. Mereka akhirnya bertemu kembali setelah melintasi 9 Nase atau 9 Generasi. Ini adalah penegasan luar biasa bahwa darah kekeluargaan lebih kuat dari jarak dan waktu.
Aris Latbual, yang memegang jabatan Matle Lua (Kepala Suku Latbual/Waelua), menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas penerimaan yang tulus dari AMKEI Buru.
“Kami berterima kasih karena telah diterima sebagai bagian dari keluarga. Ikatan ini adalah warisan yang harus kita jaga demi persatuan Maluku,” kata Aris, menegaskan pentingnya silaturahmi ini bagi masa depan daerah.
Kehadiran keluarga Batbual di Sekretariat AMKEI Buru menegaskan satu pesan: dalam bingkai kekeluargaan, tidak ada sekat geografis maupun organisasi. Semangat persatuan ini disaksikan oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Koordinator AMKEI Maluku-Papua (M. Faisal Seknun), Dewan (Adriono Latbual, S.H), serta para sesepuh, tokoh adat, dan tokoh pemuda Maluku Tenggara.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi berita, tetapi menjadi tonggak sejarah yang menginspirasi, membuktikan bahwa identitas kekeluargaan masyarakat Maluku mampu merajut kembali kisah persatuan yang luar biasa.
Pewarta: Kamel Definubu









