Namlea – Radarnasionalnews.com –
Deru ombak Teluk Kaiyeli hari itu berpadu dengan derap langkah penuh semangat. Di bawah terik matahari pesisir Desa Kaki Air, Kabupaten Buru, tangan-tangan yang biasanya memegang senjata kini dengan lembut membenamkan akar-akar muda ke dalam lumpur basah.
kegiatan tersebut Dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 1506/Namlea,Letkol Inf. Heribertus Purwanto, S.I.P., M.I.P. dalam aksi nyata menjaga bumi tersaji megah pada Sabtu (5/9).
Bukan sekadar seremonial, sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam serentak sebagai bagian dari gerakan nasional 1 juta pohon, sekaligus menyambut semarak HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam XV/Pattimura.
Suasana gotong royong begitu membakar semangat di garis pantai. Ratusan jiwa—mulai dari prajurit TNI tangguh, organisasi masyarakat, penggiat lingkungan, warga lokal yang antusias, hingga ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana—berbaur tanpa batasan. Mereka bahu-membahu merajut asa, memastikan masa depan bumi, khususnya pesisir Maluku, tetap hijau dan terlindungi.
“Penanaman mangrove ini sangat penting untuk menjaga kelestarian alam serta menjadi benteng alami dalam mencegah ancaman abrasi di wilayah pesisir, khususnya di Desa Kaki Air yang berbatasan langsung dengan laut,” tegas Dandim 1506/Namlea di tengah lautan lumpur dan tawa kebersamaan.
Bagi warga Desa Kaki Air, laut adalah sumber kehidupan, namun juga menyimpan ancaman abrasi yang kian nyata. Kehadiran ribuan mangrove ini kelak akan tumbuh menjadi perisai kokoh yang meredam amukan ombak, mengembalikan keasrian ekosistem, hingga membuka lembaran baru bagi potensi pariwisata bahari lokal di masa depan.
Dari pesisir Teluk Kaiyeli, sebuah pesan kuat dikirimkan ke penjuru negeri: kelestarian alam adalah tanggung jawab bersama, dan ketulusan hari ini adalah warisan terbaik untuk generasi yang akan datang.
#TNIAD #Kodim1506Namlea #KodamPattimura #HUT81TNI #PenghijauanPesisir #MangroveUntukBumi #Buru #TelukKaiyeli #DesaKakiAir #AksiLingkungan#(Tim)






