Tuduhan Terhadap Satgas Yonif Raider 733/Masariku di Gunung Botak kawasan Anahoni adalah Propaganda Murahan, Opini Sepihak, dan Pembunuhan Karakter Kolektif!

oleh -75 Dilihat
oleh

BURU – Radarnasionalnews.com –
Menanggapi pemberitaan bias, tendensius, dan tidak berdasar yang dirilis oleh media terkait atas dugaan “tebang pilih” dan “diskriminasi hukum” oleh Tim Satgas Yonif Raider 733/Masariku di kawasan pertambangan Gunung Botak,pada areal Anahoni adalah sepihak”!!

tokoh masyarakat adat Kabupaten Buru angkat bicara dengan nada paling keras dan kecaman tajam.

Seorang tokoh masyarakat adat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi objektivitas, menyatakan dengan tegas dan setajam silet bahwa narasi yang dibangun oleh segelintir pemuda dan oknum yang mengatasnamakan masyarakat Desa dan tokoh pemuda Kayeli adalah bentuk penyelewengan fakta dan propaganda sepihak yang berbahaya pada tugas negara yang di embang kan oleh tim satgas di kawasan Anahoni”!!

Propaganda Sepihak dan Delik Adu Domba yang Selalu Berulang
Tokoh adat tersebut menegaskan bahwa apa yang disuarakan melalui media tersebut bukanlah murni suara hati masyarakat adat, melainkan opini busuk yang sengaja diproduksi untuk menciptakan benturan (konfrontasi) antara masyarakat lokal dengan pihak TNI.

“Tuntutan dan tuduhan yang disampaikan oleh oknum pemuda serta masyarakat Desa Kayeli tersebut adalah propaganda sepihak. Ini adalah lagu lama yang selalu dijadikan delik untuk menyudutkan petugas pada wilayah Anahoni”!!

Jangan gunakan tameng ‘masarakat adat’ hanya untuk membenarkan tindakan yang melanggar hukum!” tegasnya.

Ia menambahkan, diplomasi sepihak dan penggiringan opini publik oleh media tersebut adalah bentuk pembunuhan karakter (character assassination) secara kolektif terhadap warga masyarakat adat sendiri, sekaligus bentuk diskriminasi hukum yang nyata terhadap Tim Satgas yang sedang berjuang menjaga keamanan negara.

Menolak Standard Ganda: TNI Bertindak untuk Aturan, Bukan untuk Kepentingan Kelompok..!

Bantahan keras ini juga menyoroti tuduhan “asimetri kekuasaan” dan “bekingan aparat” di Kali Anhoni yang dinilai sebagai fiksi belaka tanpa bukti hukum yang sah.

Mengkambinghitamkan Tim Satgas Yonif Raider 733/Masariku dengan narasi “melindungi pihak luar” adalah fitnah keji yang sengaja diembuskan untuk meruntuhkan legitimasi penegakan hukum di Gunung Botak khusus nya di areal Anahoni”!!

Seharusnya, pemuda dan tokoh-tokoh yang mengaku mewakili masyarakat Desa Kayeli menunjukkan jalan yang bijak dan mengedukasi warga agar taat hukum, bukan malah menciptakan ketimpangan sosial dan menyudutkan petugas pengamanan.

Stop Narasi Provokatif di Kawasan Gunung Botak!

Pihak tokoh adat yang lurus meminta dengan sangat agar seluruh media dan oknum-oknum provokator berhenti menciptakan narasi dan kata-kata propaganda sepihak yang mengadu domba TNI dengan masyarakat adat maupun masyarakat lokal secara kolektif.

Apa yang disampaikan oleh media terkait atas dugaan pembiaran oleh pihak TNI justru merusak tatanan sosial yang sudah kondusif. Sebaliknya, masyarakat adat seharusnya:

Memberikan dukungan penuh dan dispensasi positif kepada Tim Satgas TNI guna menjaga stabilitas di lapangan.

Membuka ruang dialog yang sehat, bukan malah membenarkan tindakan-tindakan ilegal yang mengatasnamakan hak ulayat.

Menolak menjadi alat politik atau alat ekonomi bagi aktor-aktor tertentu yang ingin mengambil keuntungan di atas konflik antara TNI dan rakyat.

“Jangan ciptakan benturan di lapangan! Pihak TNI (Tim Satgas) berada di sana untuk mengamankan negara dan menegakkan aturan, bukan untuk diadu domba dengan kami masyarakat adat.

Hentikan pembunuhan karakter ini sekarang juga!” tutup tokoh adat tersebut dengan nada sangat sengit.

Masyarakat adat Kabupaten Buru yang cerdas diimbau untuk tidak terprovokasi oleh pemberitaan sepihak yang sarat akan kepentingan tersembunyi dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Kontrol sosial harus ditegakkan, namun fitnah dan propaganda murahan harus dilawan hingga tuntas sampai ke akar rumput nya (tim – 01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.