Waooo Keren Sekarang Ini”Penjualan Sianida Seperti Ikan di Pasar” Pada Wilayah Gunung Botak – Polres Buru Gagal Total Awasi Pemasok Bahan Maut

oleh -1688 Dilihat
oleh

Namlea-Radarnasionalnews.com-Peredaran sianida, bahan kimia berbahaya yang digunakan untuk ekstraksi emas, di kawasan Tambang Emas Ilegal (PETI) Gunung Botak, Pulau Buru, telah mencapai titik kritis yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan pantauan media ini pada Sabtu 22 November 2025 di lapangan menunjukkan bahwa bahan beracun ini dapat diperoleh dengan sangat mudah, seolah-olah dijual bebas seperti “ikan di pasar”, sehingga dinilai gagal total fungsi pengawasan pihak Kepolisian Resor (Polres) Buru.

Polres Buru dinilai gagal total dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan terhadap jaringan pemasok utama sianida. Meskipun penertiban sering dilakukan, fakta di lapangan membuktikan bahwa pasokan bahan maut ini tidak pernah terhenti.

Kebebasan Oknum di Tengah Bahaya Lingkungan sumber di
lapangan mengungkapkan bahwa praktik yang disebut “papalele sianida” (penjualan/pengeceran sianida) berlangsung secara terbuka. Tanpa ada risiko.,,sianida dapat dengan leluasa berpindah tangan, menjadi pemandangan sehari-hari di sekitar lokasi tambang ilegal.

“para oknum papalele sianida bebas sekali untuk menjual dan mencari keuntungan Basar dari bahan berbayar terus menerus., Sianida itu gampang didapat, tinggal tanya siapa bandarnya. Mau berapa banyak juga ada. Ini kan aneh, ini bahan berbahaya, tapi seperti kita jualan ikan saja di pasar,”

Kondisi ini menunjukkan adanya pembiaran atau minimnya pengawasan yang membuka ruang kebebasan bagi oknum-oknum papalele tertentu untuk meraup keuntungan dari bisnis ilegal dan mematikan ini.

Polres Buru yang selama ini sebagai ujung tombak  penegak hukum di wilayah kab Buru terkhusus bagi wilayah tambang emas gunung botak pihak polres buru sangat lemah dan gagal total untuk  memutuskan mata rantai pasokan bahan berbahaya. Sehingga para oknum oknum  papalele sianida tersebut sangat bebas sekali perjual beliken sianida,”

dengan adanya peredaran sianida yang semakin “merajalela pada tambang emas gunung Botak,”lewat tangan para oknum oknum papalele  tanpa ada  takut terhadap hukum dan undang-undang yang berlaku,” maka kredibilitas penegak hukum patuh di pertanyakan kenapa bisa sedemikian itu, sianida  di perjual belikan dengan bebas oleh oknum papalele,”

“Jika benar ada pengawasan, yang sangat ketat dan akurat oleh pihak penegak hukum Polres buru bagaimana mungkin sianida bisa masuk begitu banyak dan begitu mudah? Kami menduga ada pihak yang sengaja menutup mata, atau bahkan terlibat dalam jaringan gelap ini,”

Para penegak hukum dalam hal ini polres Buru, agar segera melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku terhadap Oknum oknum papalele sianida tersebut dan segera memberikan efek jerah agar oknum oknum papalele sianida tidak membuat resah dan kegaduhan atas penjualan papalele sianida di wilayah tambang emas gunung botak..,

Polres buru juga harus keras dan ketat terhadap para Bandar dan Pemasok Besar Sianida yang selama ini bergerak di bawah bayang-bayang kegagalan pengawasan.pihak resor polres Buru, di kawasan tambang emas gunung botak.,,(Tim – 01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.