Klarifikasi Mendesak: Kapus Kaiely Roslan Wally Bantah Keras Isu Liar Speedboat Bawa Sianida dari Manado

oleh -724 Dilihat
oleh

Namlea – Radarnasionalnews.com  -Kabar tak sedap dan meresahkan kembali menghantam institusi kesehatan di Kabupaten Buru.

Kepala Puskesmas Kaiely, Roslan Wally, terpaksa angkat suara setelah sebuah media daring menayangkan tuduhan serius mengenai penggunaan aset puskesmas.

Isu tersebut menuding speedboat milik Puskesmas Kaiely telah digunakan untuk mengangkut bahan berbahaya, yaitu sianida, dari Manado menuju area pertambangan ilegal Gunung Botak.

Tudingan ini sontak memicu keresahan, mengingat sianida adalah zat berbahaya yang dilarang dalam aktivitas pertambangan.

dalam klarifikasi resminya, Roslan Wally menegaskan bahwa pemberitaan tersebut tidak berdasar dan jauh dari fakta.
Tuduhan Tanpa Bukti, Berpotensi Fitnah

Roslan Wally mempertanyakan integritas pemberitaan tersebut. Menurutnya, sebuah tuduhan serius seharusnya didukung oleh bukti kuat.

“Saya tegaskan, berita itu jauh dari fakta. Di mana buktinya? Tidak ada foto, tidak ada video yang bisa memvalidasi tuduhan ini. Tuduhan tanpa data adalah spekulasi yang tidak layak dijadikan konsumsi publik, apalagi dinaikkan sebagai berita,” tegas Roslan Wally.

Sebagai pimpinan, Roslan Wally menjamin bahwa seluruh fasilitas, termasuk speedboat, berada di bawah kendali dan tanggung jawabnya.

“Saya pastikan tidak ada penggunaan speedboat Puskesmas tanpa sepengetahuan dan koordinasi langsung dengan saya. Dan yang paling penting, hingga saat ini, tidak pernah ada perjalanan speedboat ke Sulawesi maupun Manado, apalagi untuk memuat bahan terlarang seperti sianida,” ujarnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi media massa mengenai pentingnya verifikasi (cek dan ricek) informasi sebelum publikasi. Roslan Wally berharap, integritas dan akurasi harus menjadi fondasi utama jurnalisme, demi menghindari keresahan dan menjaga ketertiban publik.

Dengan klarifikasi ini, Kapus Kaiely berharap agar masyarakat dapat menerima informasi dengan baik dan bijak agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja disebarkan untuk menciptakan kegaduhan di publik.(DS-07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.