Perketat Pengawasan, Satgas Gunung Botak Tutup Akses Jalan Tikus Mafia Tambang Ilegal”!!

oleh -334 Dilihat
oleh

Namlea – Radarnasionalnews.com –
Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Gunung Botak kini meningkatkan intensitas pengawasan di kawasan pertambangan Gunung Botak, Kabupaten Buru.

Langkah tegas ini diambil sebagai respons atas masih adanya upaya dari oknum mafia penambang ilegal yang mencoba mencuri kesempatan dengan memanfaatkan jalur-jalur tikus untuk melancarkan aktivitas mereka.

Untuk memastikan kawasan tersebut tetap stabil dan bebas dari aktivitas ilegal,

Tim Satgas telah menginstruksikan pelaksanaan patroli rutin yang dilakukan secara terus-menerus, mulai dari pagi, siang, sore, hingga malam hari.

Menutup Celah Mafia Tambang
Komandan Kompi (Danki) Satgas Pengamanan Gunung Botak menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para pelaku penambang ilegal.

Seluruh titik jalur tikus yang selama ini dicurigai kerap digunakan oleh oknum penambang untuk menghindari pengawasan, kini telah dipetakan dan dijaga ketat oleh personel di lapangan.

“Kami telah mengetahui seluruh akses jalur tikus yang ada. Tidak ada lagi celah bagi pelaku penambang ilegal untuk lolos.

Instruksi sudah saya berikan kepada seluruh pos penjagaan agar beroperasi penuh selama 24 jam untuk menjaga stabilitas kawasan Gunung Botak,” tegas Danki Satgas.

Dengan pengawalan ketat di setiap titik, diharapkan upaya para mafia tambang yang kerap beroperasi secara sembunyi-sembunyi dapat diputus sepenuhnya.

Imbauan kepada Masyarakat dan Penambang Lebih lanjut, Danki Satgas menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat serta para penambang lokal untuk tetap bersabar dan mematuhi aturan yang berlaku.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat menunggu keputusan resmi dari Gubernur Provinsi Maluku terkait legalitas operasional tambang di kawasan tersebut.

“Kami minta masyarakat dan para penambang untuk bersabar. Tunggu keputusan resmi dari Bapak Gubernur Maluku. Jika nanti tambang sudah diresmikan, maka masyarakat dan penambang sudah bisa bekerja dengan bebas, tenang, dan legal tanpa ada pihak yang melarang lagi,” tutupnya.

Langkah tegas ini mendapat dukungan dari berbagai pihak yang menginginkan agar pengelolaan sumber daya alam di Gunung Botak dapat berjalan sesuai dengan koridor hukum, demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Buru. (TIM – 01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.