Menembus Batas, Merajut Asa”!!Gotong Royong TNI dan Warga Desa Ilath Wujudkan Mimpi Jembatan Gantung”!!

oleh -19 Dilihat
oleh

Namlea – Radarnasionalnews.com –
Di bawah terik matahari Pulau Buru, sebuah semangat kebersamaan yang membara tampak jelas di Desa Ilath, Kecamatan Batabual.

Hari ini, Senin, 14 September 2026, denyut nadi kehidupan warga setempat berdegup lebih kencang seiring langkah nyata para prajurit TNI dari Kodim 1506/Namlea bersama Yonif TP 821/Bupolo dan masyarakat bahu-membahu merajut asa demi sebuah infrastruktur yang telah lama dinantikan: jembatan gantung penyeberangan antarwilayah.

Selama ini, keterbatasan aksesibilitas menjadi tembok pembatas bagi mobilitas harian warga Desa Ilath.

Kebutuhan akan jalur penyeberangan yang aman dan memadai bukan sekadar soal mobilitas, melainkan kunci utama untuk membuka isolasi wilayah, memperlancar roda perekonomian, serta menjamin keselamatan warga yang setiap hari harus bertaruh nyawa menyeberangi hambatan alam.

Menjawab panggilan nurani tersebut, Babinsa Kodim 1506/Namlea bersama pihak terkait langsung turun tangan menginisiasi dan mengawal ketat tahapan persiapan hingga pembangunan jembatan gantung ini.

Dari Rangka Besi hingga Pengecoran Massif, Bukti Nyata Kerja Keras di Lapangan
Pembangunan infrastruktur vital ini bukanlah perkara mudah. Dengan melibatkan 16 personel gabungan dan warga setempat, proses pengerjaan dilakukan secara teliti, terukur, dan menjunjung tinggi standar keselamatan kerja,Setiap tahapan dieksekusi dengan presisi tinggi”!!

Tahap Persiapan Konstruksi Dimulai dari perakitan, pemotongan, hingga pengerosan rangka besi, serta pembuatan behel untuk tiang utama (tower) dan blok angkur yang berpedoman teguh pada petunjuk teknis.

Pengangkutan & Mobilisasi Medan yang berat tak menyurutkan semangat. Rangka besi diangkat bersama-sama, disusul pendistribusian dan pembongkaran material berat—mulai dari semen Tonasa, pasir sirtu, batu kali, hingga angkur jembatan—yang didatangkan langsung dari Namlea dalam kondisi aman.

Pengecoran Bertahap yang Presisi: Fondasi kokoh dibangun melalui empat tahap pengecoran masif yang menguras tenaga sekaligus menyatukan keringat prajurit dan warga”!!

Pengecoran Tahap I: Menghabiskan 95 sak semen, 6 ret sirtu, dan 2 ret batu pecah untuk tungku cakar ayam.

Pengecoran Tahap II: Melibatkan 110 sak semen, 8 ret sirtu, dan 2,5 ret batu pecah untuk tungku cakar ayam dan sloof.

Pengecoran Blok Angkur: Titik krusial sebagai pengunci tali bentangan jembatan agar kokoh menahan beban.

Pengecoran Tahap III: Menelan 95 sak semen, 7 ret sirtu, dan 2 ret batu pecah pada tungku cakar ayam.

Pengecoran Tahap IV: Dituntaskan dengan 90 sak semen, 7 ret sirtu, dan 2 ret batu pecah untuk menyempurnakan tungku cakar ayam dan sloof.

Senyum Harapan dan Kemanunggalan TNI-Rakyat yang Abadi”!!

Di balik deru mesin pencampur semen dan dentingan besi, terselip rasa haru dan syukur yang mendalam dari lubuk hati warga Desa Ilath.

Tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian luar biasa dan kerja keras tanpa kenal lelah yang ditunjukkan oleh jajaran TNI, khususnya Babinsa Serka Syarifudin Buton bersama Kodim 1506/Namlea.

Kehadiran jembatan gantung ini bukan sekadar bangunan fisik berupa baja dan beton. Lebih dari itu, proyek gotong royong ini diproyeksikan mampu meretas hambatan transportasi harian, menggerakkan roda perekonomian desa, serta mempererat tali silaturahmi.

Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat—bukti bahwa di tanah Batabual, keringat yang tumpah hari ini adalah fondasi kokoh bagi masa depan yang lebih cerah.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.