Namrole – Radarnasionalnews.com –
Alam tidak pernah mengirimkan surat undangan sebelum mengamuk.
Menyadari bahwa maut dan bencana seringkali datang tanpa mengetuk pintu,
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXI Universitas IQRA Buru (UNIQU) mengambil langkah provokatif dan progresif. Mereka resmi “menyuntik” kesadaran warga Desa Leku melalui Sosialisasi Pencegahan Rawan Bencana Alam, Rabu (06/05/2026).
Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan, agenda ini bukan sekadar seremoni penggugur kewajiban atau sekadar “numpang lewat.”
Ini adalah bedah taktis terhadap peta kerawanan desa untuk memastikan warga tidak lagi menjadi penonton pasif saat alam bergejolak.
Mengubah Ketakutan Menjadi Ketangguhan Di bawah atap balai desa, suasana terasa kontras antusiasme warga beradu dengan kewaspadaan yang tinggi.
Mahasiswa KKN UNIQU Angkatan XXI berhasil menyeret otoritas bencana langsung ke akar rumput untuk berdialog tanpa sekat.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya pasrah pada takdir saat alam mulai tak bersahabat. Kita harus punya skenario penyelamatan sebelum bencana benar-benar menyapa.
Kesiapsiagaan adalah harga mati!” tegas Akbar Latbual, Koordinator Desa KKN UNIQU Angkatan XXI, dengan nada bicara yang tajam dan lugas.
Tiga Pilar Perisai Desa: Poin Utama Sosialisasi ini membedah tiga instrumen vital yang selama ini sering terabaikan oleh masyarakat awam.”!!
Vonis Titik Rawan.” Menguliti habis wilayah Desa Leku yang terancam abrasi, kepungan banjir, hingga ancaman tanah longsor yang mengintai dari balik perbukitan.”!!
Alarm Kehidupan (Sistem Peringatan Dini) Mengawinkan kearifan lokal dengan standar operasional modern milik BPBD agar peringatan bahaya tidak terlambat sedetik pun.”!!
Arsitektur Evakuasi Memetakan jalur penyelamatan mandiri Fokusnya satu Nol Korban Jiwa.
Sinergi Tajam Akademisi dan Birokrasi.”!!
Kehadiran tim BPBD Buru Selatan memberikan bobot teknis yang tak terbantahkan.”!!
Mereka memaparkan fakta pahit mengenai geografi Buru Selatan yang eksotis namun menyimpan potensi bahaya yang nyata.
Dengan retorika yang “menampar” kesadaran, BPBD menegaskan bahwa keselamatan warga adalah tanggung jawab kolektif, bukan sekadar urusan dinas.”!!
Di sinilah peran krusial Mahasiswa UNIQU XXI. Mereka bertindak sebagai “penerjemah lapangan,” meruntuhkan bahasa teknis birokrasi yang rumit menjadi instruksi taktis yang mudah dicerna oleh kakek, nenek, hingga pemuda desa.”!!
di tengah ketidakpastian iklim global tahun 2026, apa yang dilakukan Mahasiswa KKN UNIQU di Desa Leku adalah sebuah titik balik.
Mereka membuktikan bahwa pengabdian masyarakat bukan hanya soal urusan administratif atau mengecat pagar desa, melainkan masuk ke jantung keselamatan manusia.
Leku kini tidak lagi menunggu bencana dengan tangan kosong. Mereka telah dibekali keberanian yang terukur dan pengetahuan yang tajam.!! Tim KKN UNIQU Angkatan XXI – Desa Leku (2026)
(TIM KKN UNIQU)








