ISU MURAHAN DAN HALUSINASI! Tuduhan “Pengkhianatan di Tanah Merah” Adalah Fitnah Keji Terhadap Satgas 733/Masariku!

oleh -150 Dilihat
oleh

Namlea – Radarnasionalnews.com –
Jagat media sosial dan ruang publik baru-baru ini dihebohkan oleh pemberitaan sampah yang tidak memiliki dasar hukum maupun fakta lapangan yang jelas.

Tuduhan yang menyebutkan adanya “Pengkhianatan di Tanah Merah” oleh Satgas 733/Masariku bukan hanya sekadar isu miring, melainkan fitnah keji dan halusinasi akut yang sengaja diproduksi oleh kelompok-kelompok yang kepentingannya terganggu.

Fakta Lapangan: Nol Aktivitas Bak Rendaman!

Tuduhan yang menyebutkan bahwa Danki Pos Tanah Merah melakukan pembiaran terhadap pemilik bak rendaman atas nama La Ose dan Ari Sanana adalah kebohongan publik yang nyata.

Hingga detik ini, berdasarkan pantauan ketat di lapangan, TIDAK ADA aktivitas bak rendaman yang beroperasi di kawasan Tanah Merah maupun Gunung Botak secara keseluruhan.

Narasi yang dibangun oleh media tersebut merupakan bentuk halusinasi jurnalisme yang tidak bertanggung jawab.

Bagaimana mungkin sebuah institusi diseret ke meja hijau hanya berdasarkan asumsi kosong tanpa bukti fisik keberadaan aktivitas yang dituduhkan?

Benteng Terakhir Bupolo: Loyalitas Tanpa Batas”!!

Menanggapi desakan untuk memeriksa Danki Pos Tanah Merah, hal tersebut dinilai sebagai upaya pembunuhan karakter yang murahan.

Selama ini, Danki dan seluruh personel Pos Tanah Merah telah menjalankan tugas negara dengan integritas tinggi.

Mereka adalah garda terdepan yang menjaga Tanah Bupolo dari jarahan para mafia tambang ilegal (Cokun).

Sikap diam yang dituduhkan bukanlah bentuk ketundukan, melainkan fokus pada kerja nyata pengamanan wilayah.

Justru, keberhasilan Satgas 733/Masariku dalam menutup ruang gerak para pelaku kejahatan lingkungan inilah yang memicu serangan fitnah balik dari pihak-pihak yang merasa “periuk nasinya” terganggu.

Fitnah Adalah Senjata Mafia yang Terdesak”!!

Pemberitaan yang mendesak Pangdam XV/Pattimura dan Danrem 151/Binaiya untuk menyeret Danki ke meja pemeriksaan adalah pesanan kelompok kepentingan tertentu.

Karena mereka tidak lagi memiliki ruang untuk melakukan aksi kejahatan di kawasan Gunung Botak yang dijaga ketat oleh Satgas 733/Masariku, maka jalur fitnah menjadi senjata terakhir mereka.

“Ini adalah isu sampah. Tidak ada pengkhianatan, yang ada adalah ketegasan Satgas yang membuat para mafia ini kelimpungan sehingga harus menyebar hoax untuk merusak nama baik institusi TNI,” ungkap salah satu sumber yang tidak mau menyebutkan nama nya yang memahami situasi pengamanan di kawasan tersebut.

Pernyataan Sikap: Lawan Narasi Hoax”!!

Kami menegaskan kepada masyarakat luas bahwa:
Pemberitaan tersebut adalah HOAX dan tidak didasarkan pada fakta investigasi yang valid.

Satgas 733/Masariku tetap solid dan tegak lurus terhadap perintah pimpinan (Pangdam dan Danrem) untuk membersihkan PETI tanpa pandang bulu.

Jangan beri ruang bagi provokator yang ingin membenturkan TNI dengan rakyat demi kepentingan pribadi para mafia sianida.

Hukum memang tidak boleh tajam ke bawah, tapi hukum juga tidak boleh digerakkan oleh fitnah pesanan.

Negara tidak boleh kalah oleh narasi murahan yang dibangun untuk melindungi kepentingan mafia tambang yang sebenarnya.

GUNUNG BOTAK TETAP TERKENDALI, SATGAS 733/MASARIKU ADALAH PELINDUNG RAKYAT, BUKAN PECUNDANG FITNAH! (Red – 01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.