INSTRUKSI PRESIDEN HARGA MATI! Satgas Gabungan “Sikat Habis” Jalur Tikus Gunung Botak, Penjagaan Diperketat 24 Jam

oleh -320 Dilihat
oleh

Namlea – Radarnasionalnews.com –  Genderang perang terhadap pertambangan ilegal di Bumi Bupolo ditabuh semakin keras.

Menindaklanjuti perintah absolut Presiden RI Prabowo Subianto, Tim Satgas Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol-PP, dan Masyarakat Adat kini merapatkan barisan.

Tak ada lagi kata kompromi.,,!! wilayah tambang emas Gunung Botak harus bersih dari aktivitas ilegal yang selama ini merampok kekayaan negara dan merusak ekosistem.

Operasi “Mata Elang”.,,!! Tidak Ada Celah Bagi Pemain Ilegal.,,!!

Sinergi ini bukan sekadar formalitas Di bawah komando Gubernur Maluku, Kapolda, dan Pangdam XVI/Pattimura, Satgas di tingkat Kabupaten yang dipimpin oleh Bupati Buru, Kapolres Buru, serta Dandim 1506/Namlea, kini menerapkan strategi “Mata Elang”.

Fokus utama operasi adalah menutup rapat seluruh jalur tikus yang selama ini menjadi akses para penambang nakal untuk melakukan aksi kucing-kucingan dengan petugas.

Penjagaan tidak lagi bersifat stasioner, melainkan patroli bergerak yang menyisir setiap jengkal lereng gunung.

“.Eksklusif: “Siapa Pun yang Bermain, Akan Kami Tindak!”

Dalam sambungan telepon eksklusif dengan media ini pada Kamis (08/01/2026), salah satu pimpinan lapangan Satgas Gabungan memberikan pernyataan yang menggetarkan.

“Kami tidak memberikan ruang sedikit pun bagi aktivitas ilegal yang merusak lingkungan dan melanggar hukum.

Ini bukan sekadar patroli biasa, ini adalah tugas negara yang diamanatkan langsung oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto.

Satgas akan terus berjaga pagi, siang, sore, hingga malam hari tanpa jeda,” tegasnya melalui sambungan telepon.

Ia juga menambahkan peringatan keras bagi para oknum yang masih mencoba masuk lewat jalur-jalur rahasia di luar wilayah resmi.

“Jangan coba-coba mencari celah Jalur tikus, jalur semak, semua sudah dalam pantauan radar kami.

Kami pastikan stabilitas Kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Buru adalah prioritas utama. Siapa pun yang berani bermain-main dengan aturan negara, akan kami sikat sesuai hukum yang berlaku!”

” Masyarakat Adat Jadi Benteng Terdepan.,,!!

Keunggulan operasi kali ini adalah keterlibatan penuh Masyarakat Adat. Sebagai pemilik ulayat, mereka menjadi informan sekaligus benteng pertama dalam mendeteksi pergerakan orang asing.

Kolaborasi antara kekuatan militer-polisi dan kearifan lokal ini menciptakan sistem keamanan berlapis yang sulit ditembus.

“Patroli Tanpa Celah:
Pagi – Siang: Sterilisasi total area konsesi dan pemeriksaan identitas ketat di setiap pos masuk.

Sore – Malam: Operasi senyap di titik-titik buta (blind spots) dan perlintasan hutan yang sering digunakan penambang ilegal untuk masuk secara sembunyi-sembunyi

Dengan pengawasan ketat ini, agar Gunung Botak kembali pada fungsinya yang legal dan terkontrol., sehingga dapat terlihat titik terangnya.

Ketegasan Satgas Gabungan menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir dan tidak akan kalah oleh para mafia tambang maupun penambang liar yang merusak masa depan Maluku. Khususnya Kab Buru ( Tim-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.