Namlea – Radarnasionalnews.com – Era “hukum rimba” di perut bumi Bupolo resmi berakhir. Negara tidak lagi sekadar menghimbau, tapi datang dengan sepatu lars dan kepalan tangan besi.”!!
Gubernur Maluku bersama jajaran Forkopimda turun langsung ke medan konflik Gunung Botak untuk memastikan satu hal: Tanah ini adalah milik negara, bukan jarahan para mafia.”!!
Sterilisasi Tanpa Ampun: Barikade Besi Menghadang Cukong.”!!
Pesan yang dibawa dalam kunjungan ini sangatlah dingin dan mematikan bagi para pelaku tambang ilegal.
Wilayah Gunung Botak kini telah dinyatakan Steril Total. Di bawah tatapan tajam tim Satgas Pengamanan, ruang gerak para cukong dan mafia tambang yang terbiasa “bermain mata” kini dikunci rapat hingga titik mati.”!!
Negara telah memasang pagar betis yang tidak bisa ditembus oleh lobi-lobi busuk maupun tumpukan uang haram.
Dengan diterbitkannya Sprin 856/2026, setiap jengkal tanah di kawasan tersebut kini berada di bawah pengawasan militer dan aparat yang tidak mengenal kata kompromi.”!!
Bukan Gertak Sambal: Landasan Hukum yang Membungkam Perlawanan.”!!
Operasi pembersihan ini bukan sekadar panggung politik, melainkan mandat konstitusional yang tak terbantahkan.”!!
SK Gubernur No. 2394 (27 Nov 2025): Vonis mati bagi segala aktivitas PETI.”!!
Sprin No. 856/2026: Instruksi penertiban yang wajib dieksekusi tanpa kompromi.”!!
Rekomendasi Kasum TNI: Bukti bahwa Jakarta memantau langsung dan tidak akan membiarkan Kabupaten Buru menjadi sarang penyamun.”!!
Dandim 1506/Namlea, Letnan Kolonel Inf. Heribertus Purwanto. S.I.K. M.I.P. menyampaikan kepada media ini,”” bahwa Ini Perintah Negara, Bukan Main-Main!”
Dengan nada bicara yang tegas dan penuh wibawa, Dandim 1506/Namlea menegaskan bahwa kesatuan TNI tidak akan bergeser satu inci pun dari garis komando.”!!
Pembersihan total telah dilakukan, dan siapapun yang mencoba merongrong kedaulatan ini akan berhadapan langsung dengan kekuatan penuh negara.”!!
“Jangan coba-coba menguji kesabaran negara. Kami berdiri di sini atas perintah Republik.”!!
Gunung Botak dijaga bukan hanya demi lingkungan, tapi demi harga diri dan kesejahteraan masyarakat Bupolo yang selama ini dirampas oleh mafia!” tegas Dandim dengan sorot mata tajam.”!!
Kunjungan Gubernur dan Forkopimda ini adalah “lonceng kematian” bagi bisnis haram di Gunung Botak. Status Steril adalah harga mati.”!!
Jika ada mafia yang masih berani mengintip, mereka tidak hanya berhadapan dengan petugas di lapangan, tetapi juga berhadapan dengan tembok hukum yang sudah dipancang kokoh lewat SK 2394.”!!
Kini, rakyat Bupolo boleh sedikit bernapas lega. Gunung mereka bukan lagi “bank pribadi” para oknum rakus, melainkan wilayah yang kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.”!!
Pilihannya hanya dua bagi para cokun mafia tambang” Angkat kaki atau berakhir di jeruji besi.”!! (TIM – 01)









