Namlea – Radarnasionalnews.com –
Alam seolah sedang menguji nyali, namun tekad tak surut selangkah pun. Di tengah guyuran hujan lebat yang mengubah jalur pegunungan menjadi aliran lumpur yang licin,”
Gubernur Maluku bersama jajaran Forkopimda menunjukkan dedikasi tanpa batas. Mereka menerjang jalur ekstrim demi satu tujuan Melihat langsung denyut nadi dan kondisi terkini kawasan tambang Gunung Botak.
Lewat Jalur Ekstrim Bukan dengan helikopter atau fasilitas mewah, sang pemimpin Maluku memilih untuk merasakan langsung penderitaan medan yang sesungguhnya.
Cuaca ekstrem dengan curah hujan membuat jalur menuju puncak Gunung Botak berubah menjadi tantangan. Kendaraan taktis harus meraung keras, beradu dengan tanjakan curam yang diapit jurang menganga.
Banyak yang terpukau melihat bagaimana rombongan ini tetap melaju meski jarak pandang terbatas oleh guyuran air.
Ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa; ini adalah bukti nyata bahwa rakyat tak dibiarkan sendiri.
Pemimpin yang Basah Kuyup, Rakyat yang Terharu,”!!
Pemandangan yang menggetarkan hati terlihat saat Gubernur dan jajaran Forkopimda turun langsung dari kendaraan, berdiri tegak di bawah siraman hujan, memantau titik-titik krusial di kawasan tambang.
sepatu yang dipenuhi lumpur menjadi saksi bisu betapa seriusnya pemerintah dalam membenahi karut-marut Gunung Botak.
“Hujan bukanlah penghalang saat tanggung jawab memanggil. Kami harus melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kondisi di lapangan, agar kebijakan yang diambil nantinya benar-benar berpihak pada keselamatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,”
” Forkopimda Bersatu: Sinergi Baja di Tengah Badai”
Kekompakan yang ditunjukkan Kapolda, Pangdam, dan jajaran Forkopimda lainnya dalam mendampingi Gubernur adalah simbol kekuatan yang tak tergoyahkan.
Di tengah – tengah cuaca yang tak bersahabat, mereka tetap solid berkoordinasi, membedah masalah tambang ilegal, dan merancang strategi pemulihan lingkungan langsung dari jantung lokasi kawasan pertambangan gunung botak.”!!
“Sebuah Pesan Kuat dari Puncak Botak”
Aksi “trabas” hujan ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru Maluku: Bahwa tidak ada tempat yang terlalu jauh, tidak ada medan yang terlalu berat, dan tidak ada cuaca yang terlalu buruk untuk sebuah pengabdian.”!!
Kunjungan ini telah menyita perhatian publik dan menuai decak kagum. Masyarakat Kabupaten Buru kini bisa bernapas lega, melihat pemimpin mereka bersedia mempertaruhkan kenyamanan, bahkan keselamatan, demi memastikan hukum ditegakkan dan alam diselamatkan di bumi Bupolo.”!!
Gunung Botak hari ini bukan sekadar cerita tentang emas, tapi tentang keberanian seorang pemimpin yang menembus badai demi masa depan rakyatnya Bupolo. “!! ( TIM – 01)







