oleh -19 Dilihat
oleh

SKAKMAT ADAT! TAHTA PETUANAN KAYELI BUKAN BARANG OBRALAN: KETURUNAN ISTRI KEEMPAT JANGAN MIMPI JADI RAJA!

Namlea – Radarnasionalnews.com

Konstitusi adat Petuanan Kayeli diguncang gempa besar. Sang Raja sah, Abdullah Wael, akhirnya turun gunung merobek-robek segala bentuk klaim halu yang ditebar oleh pihak-pihak tak tahu diuntung.

 

Dengan nada suara membakar dan pisau analisis adat yang setajam silet, Raja Abdullah Wael mempreteli satu per satu silsilah palsu yang selama ini sengaja diselundupkan untuk mengelabui masyarakat adat Pulau Buru.

 

Tidak ada lagi ruang bagi kompromi. Tidak ada lagi toleransi bagi para pencatut tahta yang gemar berenang di air keruh.

 

Raja Abdullah Wael membeberkan silsilah darah biru Petuanan Kayeli secara vulgar, terang-terang, tanpa sensor, agar publik tahu siapa pewaris sah dan siapa yang sekadar penonton di pinggir jalan!

 

TELAN MENTAH-MENTAH! INI BUKTI AUTENTIK SILSILAH RAJA MANSUR WAEL”!!

 

Untuk merontokkan klaim sesat yang selama ini beredar di warung-warung kopi hingga ruang-ruang gelap kekuasaan, Raja Abdullah Wael membongkar lembar demi lembar sejarah pernikahan Alm. Raja Mansur Wael dari istri pertama hingga istri keempat”!!

 

Istri Pertama: Ibu Zainab Tan

Melahirkan buah hati bernama Nyong Salim Wael.

Menikah dengan Nona Haja Muna Wael, melahirkan dua orang anak, Zainab Wael dan Yakuba Wael.

Fakta Besi: Yakuba Wael adalah ayah kandung dari sang Raja sah, Raja Petuanan Kayeli Abdullah Wael, yang berdiri di jalur suci keturunan pertama!

 

Istri Kedua: Ibu Hawa Wael

Dikaruniai dua orang anak perempuan: Nona Jole Wael dan Nona Atika Wael.

 

Istri Ketiga: Ibu Zainab Mayor

Memiliki seorang anak bernama Nyong Jafar Wael.

 

Fakta Besi: Yang bersangkutan wafat sebelum menikah dan tidak meninggalkan keturunan sama sekali. Titik!

 

Istri Keempat: Ibu Jenabun Ely

Memiliki dua orang anak: Nyong Ishak Wael dan NyongAbas Wael.

 

Dari sinilah cikal bakal “drama kolosal” pencatutan tahta dimulai oleh pihak Fandi Ashari Wael.

 

BONGKAR PASANG DARAH: DARI MANA JALUR FANDI ASHARI WAEL?

 

Mari kita bedah secara anatomis siapa sebenarnya Fandi Ashari Wael yang dengan lancang berani mendaku diri sebagai Raja Petuanan Kayeli di hadapan publik.

 

Fandi Ashari Wael adalah cucu dari jalur istri keempat (Ibu Jenabun Ely), tepatnya melalui garis keturunan Ishak Wael dan Jenabun Wael. Di mana anak laki-laki pertamanya, almarhum Muhammad Fuad Wael, menurunkan anak bernama Fandi Ashari Wael dan Alvin Armando Wael.

 

Sekarang, mari kita letakkan logika adat di atas meja’ Bagaimana mungkin ranting dari jalur bungsu (istri keempat) hendak memotong kompas melangkahi akar utama dari jalur sulung (istri pertama)?

 

Ini bukan sekadar pelanggaran etika, ini adalah pembunuhan karakter terhadap tatanan adat istiadat yang telah mengakar ratusan tahun di bumi Kayeli!

 

DIVISU AI: ADAT MENOLAK, PEMERINTAH MENENDANG, AGAMA MENGUTUK!

 

Raja Abdullah Wael menegaskan dengan suara berapi-api bahwa klaim Fandi Ashari Wael cs adalah lelucon paling konyol abad ini,

Secara Adat: SALAH BESAR! Struktur adat Petuanan Kayeli tidak mengenal hukum rimba di mana anak bungsu dari selangkangan istri keempat bisa menyerobot singgasana yang mutlak milik garis keturunan sulung istri pertama.

 

Secara Pemerintahan: PROSEDUR DITOLAK MENTAH-MENTAH!

 

Negara dan perangkat birokrasi tidak akan pernah melegitimasi produk cacat hukum yang lahir dari ambisi buta kekuasaan.

 

Secara Agama: HUKUMNYA BATIL! Mengambil hak yang bukan milik keturunannya adalah bentuk kezaliman nyata di muka bumi.

 

Tahta Petuanan Kayeli bukanlah kursi kosong di pinggir jalan yang bisa diduduki siapa saja yang paling nyaring berteriak di depan umum.

 

Kursi itu milik garis keturunan pertama dari istri pertama!

 

Kepada seluruh masyarakat adat Pulau Buru, khususnya di wilayah Petuanan Kayeli dan sekitarnya, Raja Abdullah Wael menyerukan agar tetap waspada dan tidak mudah disesatkan oleh provokasi murahan kaum halu yang haus kehormatan palsu.

 

Silsilah telah dibentangkan, kebenaran telah diteriakkan. Siapa yang mencoba melawan arus sejarah, bersiaplah digilas oleh palu hukum adat yang sekeras batu karang!(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.