Namlea – Radarnasionalnews.com – Napas para mafia tambang dan pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Botak kini berada di ujung tanduk.
Tidak ada lagi ruang gelap untuk bersembunyi, karena “Baret Hijau” telah turun gunung dengan instruksi satu arah: Sapu Bersih.
Terhitung sejak 27 April hingga 10 Mei 2026, satuan elite Yonif Raider 733/Masariku resmi menghentak bumi Buru. Kehadiran pasukan pemukul Kodam XV/Pattimura ini menandai berakhirnya era negosiasi di balik meja.
Berdasarkan Surat Perintah Nomor: Sprin/856/IV/2026, wilayah dari Anahoni hingga Gapuran kini dalam cengkeraman penuh kendali militer.
Operasi Kilat: Hukum Bicara dengan Tindakan..!!
Operasi ini adalah eksekusi brutal terhadap ketidaktertiban.
Mengacu pada Keputusan Gubernur Maluku Nomor 2394 Tahun 2025, pemerintah provinsi bersama Forkopimda telah menetapkan bahwa Gunung Botak bukan lagi zona tak bertuan.
“Ini bukan sekadar gertakan sambal. Ini adalah pemulihan wibawa negara atas tanah yang telah lama diperkosa oleh merkuri dan kerakusan tanpa batas.”
Penyisiran dilakukan dengan ketelitian militer. Tidak akan ada “lubang tikus” yang luput dari pantauan. Setiap jengkal tanah disisir untuk memastikan ekosistem Kabupaten Buru kembali ke tangan yang sah, bukan di bawah kendali pemodal ilegal.
Peringatan Setajam Silet: Mundur atau Hancur!
Pihak Yonif Raider 733/Masariku mengeluarkan ultimatum yang tak memberikan celah untuk tawar-menawar. Bagi siapa pun
baik warga lokal yang tergiur maupun oknum pemodal di balik layar..!!
pesannya hanya satu:
“Segera tinggalkan wilayah Gunung Botak SEKARANG JUGA.
Jika ditemukan unsur kesengajaan untuk tetap bertahan atau melawan arus penertiban, maka segala konsekuensi dan risiko yang terjadi di lapangan akan menjadi tanggung jawab oknum tersebut sepenuhnya.”
Detail Operasi Dasar Hukum Keputusan Gubernur Maluku No. 2394 (27 Nov 2025)
Pelaksana Utama Yonif Raider 733/Masariku (Kodam XV/Pattimura)
Durasi Operasi 27 April s.d. 10 Mei 2026 (14 Hari Kalender)
Zona Target Pengosongan Total Jalur Anahoni sampai Gapuran
Status Wilayah ZONA TERLARANG bagi aktivitas non-prosedural..!!
Catatan Tajam: Akhir Sebuah Anarki..!!
Gunung Botak kini tak lagi menjadi “ladang emas” bagi mereka yang hobi melabrak hukum.
Di bawah pengawasan moncong senjata Raider 733, pilihannya telah mencapai titik nadir:
Keluar dengan sukarela atau dipaksa menyerah oleh keadaan.!
jangan katakan tidak ada peringatan ketika hukum mulai bicara dengan bahasa tindakan. Negara telah hadir, dan kali ini, ia tidak datang untuk sekadar menyapa. (Tim – 01)







