Namrole – Radarnasionalnews.com – Suasana baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) semakin menguat. Bupati Bursel, La Hamidi, secara resmi dan tegas menyatakan dukungan penuhnya terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.
Penegasan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah komitmen fundamental dari orang nomor satu di Bursel untuk mewujudkan proses penerimaan siswa yang objektif, transparan, dan bebas diskriminasi di seluruh jenjang pendidikan.
Bupati La Hamidi, dalam pernyataannya, menekankan bahwa transparansi adalah kunci utama menuju pendidikan berkualitas.
“Saya Bupati Bursel mendukung SPMB tahun ajaran 2025/2026 pada jenjang Taman Kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMP) yang objektif, transparan dan akuntabel, berkeadilan tanpa diskriminasi,” ujar La Hamidi.
Dukungan tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa Buru Selatan serius dalam upaya mewujudkan akses pendidikan yang setara, di mana setiap anak berhak mendapat tempat tanpa melihat latar belakang ekonomi atau status sosial.
Pakta Integritas dan Transformasi Pendidikan pernyataan Bupati ini mengiringi langkah proaktif yang telah diambil oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bursel. Pada mJuni 2025 lalu, Dinas Pendidikan telah meluncurkan SPMB 2025/2026 dan menandatanganinya dengan Pakta Integritas oleh semua pihak berkepentingan, terutama para Kepala Sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Bursel, Mumin Tomanussa, menjelaskan bahwa SPMB kali ini adalah bagian integral dari upaya transformasi berkeadilan di sektor pendidikan Bursel.
“Penerimaan murid baru tahun ajaran 2025/2026 di Bursel tanpa adanya pungutan liar, melihat latar belakang ekonomi maupun sosial, sehingga semua murid memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan pendidikan yang berkualitas,” tegas Tomanussa.
Pernyataan serentak dari pucuk pimpinan Kabupaten dan Dinas Pendidikan ini mengirimkan pesan yang jelas kepada masyarakat: tahun ajaran 2025/2026 akan menjadi titik balik penerimaan murid yang lebih bersih, terbuka, dan inklusif di wilayah ‘Kai Wait’.(MG-01)






