Namlea – Radarnasionalnews.com – Pemerintah Kabupaten Buru, melalui kerja sama dengan Badan Pangan Nasional (BPN) dan Perum Bulog, resmi meluncurkan penyaluran Bantuan Pangan Tahap 2 di Aula Kantor Bupati Buru, Senin (15/12/2025).
Peluncuran simbolis ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buru, H. Sudarmo, dan dipusatkan di Desa Namlea, Kecamatan Namlea.
Kegiatan penting ini dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Asisten Setda, dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Buru, menunjukkan komitmen kolektif pemerintah daerah.
Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk Belasan Ribu KK ini merupakan Bantuan pangan yang disalurkan merupakan alokasi untuk periode Oktober dan November, yang bertujuan menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima:Beras: 20 Kilogram Minyak Goreng: 4 Liter
Menurut Kepala Bulog Buru, bantuan ini akan didistribusikan kepada kurang lebih 14.524 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 82 desa dan 10 kecamatan di Kabupaten Buru. Total komoditas pangan yang disalurkan adalah 460 Kg beras dan 46,4,5 karton minyak goreng. Komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah.,
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Bupati Buru, H. Sudarmo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Badan Pangan Nasional (BPN), atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Buru.
“Program bantuan pangan tahun 2025 ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan pokok masyarakat, terutama keluarga rentan, di tengah tantangan ekonomi dan upaya memelihara ketahanan pangan daerah,” ujar Kepala Bulog Buru dalam sambutannya.
Wakil Bupati Sudarmo juga menekankan bahwa bantuan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Ia juga memastikan proses penyaluran akan berlangsung dengan transparan, teratur, dan tepat sasaran kepada KPM yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (Regsosek) sebanyak 11.524 Kepala Keluarga di Kabupaten Buru.
“Komoditas beras adalah komoditas istimewa bagi masyarakat kita di Indonesia. Oleh karena itu, bantuan kepada masyarakat masih diwujudkan dalam bentuk komoditas beras, dalam rangka Pemerintah ingin menguatkan kembali daya beli dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Sudarmo.
Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran, mulai dari Dinas terkait, Camat, Kepala Desa, Kepala Dusun (Kadus), hingga Ketua RT dan RW, yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan dan melaksanakan penyaluran bantuan ini.
Diharapkan, dengan adanya bantuan pangan tahap kedua ini, beban pengeluaran masyarakat dapat teringankan, dan akses terhadap bahan pangan dasar tetap terpenuhi secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di Kabupaten Buru.
Turut Hadir: Asisten II Setda Kab. Buru, Anggota DPRD Kab. Buru (Ketua Fraksi PKB) Djalil Mukadar, Kadis Infokom Kab. Buru, Kadis Disperindag Kab. Buru Nasir Waiulung, Camat Namlea Gita Kumalasari Kiahaly, dan Kepala Desa Namlea Iryani Yendra.
Pewarta: Kamel Definubun






