NYALI CIUT DI DEPAN PEMODAL, GANAS KE ANAK KECIL! Oknum Satgas PKH Siksa Pelajar SMA di Gunung Botak, Keluarga Tuntut Dansubpom Bertindak”!!

oleh -54 Dilihat
oleh

Namlea – Radarnasionalnews.com
Hukum rimba kini terang-terangan dipertontonkan di tanah Maluku. Alih-alih menegakkan keamanan dan melindungi masyarakat, oknum Satuan Tugas Pengamanan (Satgas PKH) di Pos Gunung Batu, kawasan Gunung Botak, justru diduga menjelma menjadi algojo beringas yang melukai darah daging rakyat sendiri.

Tindakan brutal dan tak berperikemanusiaan ini menimpa seorang anak di bawah umur pada Selasa, 26 Oktober 2026. Korban berinisial ASS (16), seorang pelajar SMA yang masih duduk di bangku sekolah, menjadi sasaran amuk kekerasan yang meninggalkan benturan fisik dan trauma mendalam.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga yang menuntut keadilan, kepala korban diduga dihantam menggunakan sepotong bambu hingga patah, sementara  tubuhnya disiksa menggunakan selang hingga mengalami memar-memar pada tubunya. Tak berhenti pada penganiayaan fisik yang sangat memalukan, material milik korban juga dilaporkan dirampas secara paksa oleh oknum aparat di pos gunung batu tersebut.

Atas insiden yang tidak perikemanusiaan ini, orang tua korban secara tegas mendesak Komandan Sub Detasemen Polisi Militer (Dansubpom) Namlea  untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, transparan, dan tanpa kompromi terhadap seluruh tim Satgas PKH di Pos Gunung Batu.

Di Mana Nurani Para Pimpinan?

Aksi kekerasan berseragam ini tidak bisa lagi ditutup-tutupi  Pertanggungjawaban moral dan institusional kini berada di pundak para pimpinan tertinggi di wilayah hukum Maluku”!!

Pangdam XVI/Pattimura
Danrem 151/Binaiya
Dandim 1506/Namlea
Dansubpom Namlea

Bagaimana mungkin institusi yang digaji dari uang rakyat dan diandalkan sebagai pengayom justru membiarkan anggotanya bertindak di luar batas kemanusiaan terhadap seorang anak di bawah umur?

Di mana letak disiplin dan kehormatan militer jika amarah dilampiaskan kepada anak-anak sekolah?

Standar Ganda: Penambang Liar Bebas, Anak Kecil Disiksa!

Kemarahan publik kini memuncak melihat kontras yang sangat mencolok di kawasan Gunung Botak. Ribuan penambang ilegal dan aktivitas tambang liar bebas beroperasi tanpa tersentuh, material mereka dibiarkan melenggang mulus tanpa tindakan hukum yang tegas.

Namun, ketika berhadapan dengan rakyat kecil, pelajar, dan anak-anak yang tak punya daya, taring kekuasaan justru dicaci-maki dengan kekerasan.

Mengapa nyali oknum di pos tersebut ciut di hadapan para pemodal tambang besar, tetapi menjadi sangat garang dan haus darah saat menyiksa seorang pelajar SMA?

Tuntutan Tegas Tanpa Kompromi!

Insiden ini bukan sekadar pelanggaran disiplin biasa, melainkan dugaan tindak pidana murni dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap anak di bawah umur.

Publik, keluarga korban, dan masyarakat luas menuntut langkah nyata seketika”!!

Tangkap dan Proses Hukum  Seluruh oknum anggota Satgas PKH di Pos Gunung Batu yang terlibat dalam penganiayaan brutal terhadap ASS harus segera diseret ke peradilan militer untuk dipecat secara tidak hormat.

Evaluasi Total Pimpinan Lapangan!

Pangdam XVI/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, serta Dandim 1506/Namlea harus mengevaluasi total rantai komando atas lepasnya kendali moral anak buah di lapangan dan Copot segera Danpos terkait jika terbukti gagal membina anggotanya!

Keadilan Mutlak untuk Korban!

Negara dan institusi terkait wajib hadir memulihkan fisik serta trauma psikologis korban, sekaligus mengembalikan seluruh material milik korban yang dirampas secara paksa oleh oknum oknum di pos gunung batu.

Jika pimpinan militer berdiam diri atas insiden berdarah di Gunung Botak ini, maka jangan salahkan rakyat jika kepercayaan terhadap institusi penegak hukum runtuh seketika.

Aparat yang menggunakan kekuasaan untuk menindas rakyat kecil adalah musuh keadilan! (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.