LORONG GELAP GUNUNG BOTAK: Radar Nasional News Tabuh Genderang Perang, Tantang Nyali Pangdam, Danrem, dan Dandim di Maluku!

oleh -11 Dilihat
oleh

Namlea – Radarnasionalnews.com –
Tidak ada lagi kata kompromi! Pimpinan media Radar Nasional News kembali menaikkan derajat tekanan ke level maksimal, menatap tajam langsung ke mata tiga pucuk pimpinan militer tertinggi di Maluku”!!

Pangdam XVI/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, serta Dandim 1506/Namlea.

Pasca-operasi penyisiran  dan pengosongan total yang digagas Tim Satgas Pengamanan Gunung Botak pada Minggu, 2 Agustus 2026, membentang dari Pos Tanah Merah hingga area Sagu-Sagu di kawasan Anahoni, redaksi tidak sekadar melempar pujian.

Pujian itu kini berbalik menjadi pedang bermata dua yang menghujam langsung ke meja komando mereka!

Alarm Bahaya”!!Jangan Main Mata dengan “Jalan Tikus”
Penambangan Ilegal!

Operasi pembersihan besar-besaran kemarin dipandang bukan sebagai garis akhir, melainkan garis start pengawasan paling brutal dan krusial yang pernah ada.

Radar Nasional News menegaskan bahwa pos-pos pengamanan di lapangan tidak boleh lagi menjadi pelindung terselubung bagi para mafia tambang.

“KAMI TIDAK BUTUH ALASAN KLASIK!

Jangan biarkan ada satu pun aktivitas ilegal yang kembali melenggang kangkung di bawah hidung aparat!”

Jika dalam waktu dekat tim  investigasi media radarnasionalnews masih mencium bau busuk praktik ilegal—terutama bak, rendaman, Dompeng tembak larut dan kalom masih beroperasi kembali—maka redaksi memastikan bahwa peristiwa tersebut bukan lagi sekadar keteledoran di tingkat bawah.

Sindikat Terstruktur: Pelanggaran yang dibiarkan lolos berarti ada konspirasi busuk dan kepentingan pribadi yang dipelihara oleh oknum-oknum bermental serakah di dalam pos penjagaan pengamanan pengaman gunung botak”!!

Mosi Tidak Percaya Total”!! Jika hal itu terjadi, Radar Nasional News secara resmi mencabut seluruh kepercayaan terhadap integritas dan marwah Tim Satgas yang mengemban seragam loreng atas nama negara!

Panah Tajam Mengarah ke Tiga Jenderal Penanggung Jawab Wilayah pada provinsi Maluku dan kab Buru”!!

Redaksi tidak sudi bermain-main dengan diplomasi basi. Telunjuk tajam pers kini menuding lurus tanpa keraguan kepada tiga penguasa teritorial militer di Maluku”!! yaitu Pangdam XVI/Pattimura (Penguasa Komando Utama Maluku)
Danrem 151/Binaiya (Pengendali Sektor Wilayah Pertahanan)
Dandim 1506/Namlea (Penanggung Jawab Langsung di Tanah Buru)

Ketiga jenderal ini diperingatkan agar lebih keras lagi dan tidak lepas tangan dan melepas fungsi kontrol. kepada tim satgas pengamanan gunung botak pada Kawasan Gunung Botak hingga Sagu-Sagu wajib dikunci mati dari segala bentuk intervensi gelap yang selama ini terus-menerus mengorbankan nasib masyarakat kecil di akar rumput.

Ultimatum Pamungkas: Bersihkan Mafia atau Pertaruhkan Jabatan dan Kehormatan!

Ini adalah peringatan terakhir sebelum badai kecaman yang lebih besar menghantam institusi.

Radar Nasional News mengeluarkan ultimatum harga mati bagi Pangdam XVI/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, dan Dandim 1506/Namlea:

Dugaan Pembiaran Terstruktur: Jika sektor-sektor pos pengamanan kembali longgar dan dibanjiri aktivitas haram, publik berhak menjustifikasi bahwa ada unsur kesengajaan dan pembiaran sistematis dari tiga  pucuk pimpinan tertinggi demi mengenyangkan perut segelintir oknum sepihak.

Mosi Ragu atas Amanah Negara”!!

Apabila ada oknum penambang ilegal yang kedapatan beroperasi di zona pengamanan namun dibiarkan melenggang bebas tanpa sanksi yang tegas dari tim satgas pengamanan gunung botak, maka tim investigasi media radarnasionalnews  secara resmi dan terbuka menyatakan hilangnya legitimasi, kredibilitas, dan keraguan mutlak atas jabatan yang diemban ketiga pimpinan tersebut di provinsi Maluku dan Kabupaten Buru”!!

Mata pena pers tidak akan pernah berkedip. Seluruh gerak-gerik di tanah Gunung Botak sampai ke area sagu sagu pada kawasan anahoni kini berada di bawah pengawasan total mata pena pers.

Pilihannya ada di tangan para ketiga sang  jenderal tersebut”!! basmi tuntas para penjahat tambang sampai ke akar-akarnya, atau saksikan runtuhnya marwah dan kepercayaan rakyat di bumi Maluku terhadap institusi”!!(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.