Namlea – Radanasionalnews.com –
Ketua Aliansi Petisi Kabupaten Buru, Dulman Makatitta, secara tegas membantah seluruh isu miring yang beredar di media sosial maupun media online terkait tudingan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh aparat TNI dan Polri di kawasan tambang emas Gunung Botak.
Setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, Dulman mengungkapkan fakta mengejutkan yang berbanding terbalik dengan narasi di jagat maya.
Fakta di Lapangan: Hanya Ada Petugas Keamanan
Dalam kunjungannya, Dulman menemukan bahwa aktivitas pertambangan oleh masyarakat sudah tidak ada lagi. Area tersebut kini steril dari kegiatan penambangan rakyat.
“Kami telah mengecek langsung ke wilayah Gunung Botak. Faktanya, tidak ada masyarakat yang beraktivitas di sana. Yang ada hanyalah aparat TNI dan Polri yang sedang menjalankan tugas negara untuk mengawasi dan mengamankan wilayah tersebut agar tetap kondusif,” tegas Dulman Makatitta.
Narasi Pungli Sengaja Digoreng untuk KegaduhanTerkait isu adanya penagihan atau pungli yang dilakukan aparat terhadap penambang, Dulman menyatakan dengan lantang bahwa hal itu adalah berita bohong (hoaks). Ia menilai ada upaya sistematis dari pihak tertentu untuk menyudutkan institusi keamanan.
Menciptakan polemik dan kegaduhan di tengah masyarakat
Dampak Negatif Menggiring opini publik agar membenci dan meragukan kredibilitas TNI-Polri
Motif Diduga kuat isu ini sengaja disebar oleh kelompok kepentingan tertentu yang merasa terganggu dengan ketatnya pengamanan di wilayah tersebut.
Fitnah Terhadap Institusi Negara
Dulman menyayangkan banyaknya informasi yang tidak terverifikasi yang justru menyudutkan petugas yang sedang bekerja di lapangan. Menurutnya, aparat TNI dan Polri justru menjadi tameng pelindung agar kekayaan alam di Gunung Botak tidak dieksploitasi secara ilegal.
“Semua isu itu hanyalah fitnah yang dialamatkan kepada TNI dan Polri. Mereka bekerja profesional demi menjaga ketertiban, namun justru difitnah untuk kepentingan kelompok tertentu yang ingin memecah belah kepercayaan masyarakat terhadap aparat,” pungkasnya.
Hingga saat ini, situasi di Gunung Botak dilaporkan tetap aman dan di bawah kendali penuh petugas keamanan guna mencegah kembalinya aktivitas tambang tanpa izin (PETI) yang merusak lingkungan.( Tim-01)







