Namlea – Radarnasionalnews.com –
Perut Bumi Digaruk Tanpa Ampun, Aparat di Mana? Aktivitas perusakan alam secara brutal di Kabupaten Buru benar-benar sudah berada di ambang batas kemarahan publik.
Ketua Tim Investigasi radarnasionalnews, Kamarudin Latbual, melancarkan kecaman super keras dan tajam setajam silet kepada Kapolda Maluku serta Kapolres Buru, AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M.
Latbual mendesak agar aparat penegak hukum segera bertindak nyata menyisir dan menangkap para sindikat mafia tambang emas ilegal di kawasan Gunung Nona.
Operasi haram ini menggunakan puluhan alat berat jenis ekskavator untuk merobek perut bumi, menghancurkan ekosistem, serta meninggalkan ancaman bencana maut bagi warga Desa Wapsalit di musim hujan mendatang.
Logika Telak: Mustahil Puluhan Ekskavator Masuk Tanpa “Restu” Aparat!
Dalam pernyataannya, Latbual membongkar kejanggalan logika yang membuat publik mengelus dada.
Alat berat sekelas ekskavator tidak mungkin bisa berjalan sendiri di atas aspal jalan raya” Mobilisasinya wajib menggunakan truk tronton berukuran besar dan membutuhkan koordinasi pengawalan khusus.
“Bagaimana mungkin puluhan alat berat ekskavator bisa lolos masuk dan beroperasi bebas di Gunung Nona tanpa diketahui Polres Buru?
Sangat mustahil jika mata dan telinga jajaran kepolisian buta dan tuli terhadap lalu-lalang truk pengangkut alat berat tersebut!”
tegas Latbual dengan nada berapi-api.
Akibat pembiaran yang tidak masuk akal ini, Tim Investigasi radarnasionalnews melempar dugaan keras” telah terjadi kongkalikong dan kesepakatan terselubung.
Sehingga Hukum di Polres Buru dinilai sudah mati suri dan ompong Taringnya di hadapan para cukong tambang ilegal.
Daftar Nama Pemilik Alat Berat Dikantongi, Polisi Masih Pura-Pura Buta?
Tidak main-main, tim investigasi telah mengantongi daftar nama para oknum yang diduga kuat menjadi dalang sekaligus pemilik ekskavator yang merusak kawasan Gunung Nona.
Berikut adalah daftar nama yang diserahkan secara terbuka kepada pihak kepolisian resor polres Buru
Nofri
Riyo (Manado)
Hanafi Latubual
Gebat Wael
Mas Peto
Haji Wawan Bugis
Guru Sarip
Latbual menegaskan, mustahil bagi Polres Buru untuk tidak mengenal beberapa nama tersebut.
Pembiaran ini adalah bentuk nyata lumpuhnya fungsi pengawasan hukum di daerah Kab Buru
Tim investigasi radarnasionalnews memberikan ultimatum keras tanpa kompromi kepada Kapolres Buru AKBP Andi Zulkifli”
Agar segera Lakukan Penyisiran Tertibkan dan sita seluruh ekskavator ilegal yang merusak Gunung Nona sebelum bencana banjir bandang dan longsor meluluhlantakkan Desa Wapsalit.
Eskalasi Nasional” Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan hukum yang nyata, tegas, dan transparan, dari pihak kepolisian resor polres Buru maka tim investigasi memastikan akan terus menyuarakan skandal ini dan membawanya langsung ke jenjang institusi yang lebih tinggi di pusat.
Publik kini menunggu pembuktian nyali dari Kapolda Maluku dan Kapolres Buru: apakah hukum akan ditegakkan, atau justru tunduk di bawah ketiak para mafia tambang ilegal gunung nona” (Tim)







