IMM Buru Hantam Balik Demo GMPRI: “Tudingan Terhadap Kerabat DEWA Hanyalah Dongeng Liar Tanpa Bukti!”

oleh -393 Dilihat
oleh

Namlea – Radarnasionalnews.com –
Suasana politik dan pergerakan di Kabupaten Buru memanas. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Buru melalui Ketua Bidang Hikmah dan Kebijakan Politik, Rusdian Siompu, angkat bicara dengan nada tinggi menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI).

Dengan pernyataan yang “setajam silet”, IMM menilai gerakan tersebut bukan lagi bentuk aspirasi, melainkan pembunuhan karakter yang didasari pada asumsi kosong.

Fitnah Berkedok Aktivisme?
Rusdian Siompu secara tegas menyatakan bahwa tudingan GMPRI terhadap kerabat “DEWA”—terutama terkait isu lingkungan B3—adalah narasi yang sengaja diada-ada.

“Tuduhan itu sepenuhnya liar, tidak berdasar, dan hanya bersandar pada asumsi semata. Kami melihat ini bukan lagi soal kontrol sosial, tapi murni fitnah yang tidak bisa diverifikasi kebenarannya di lapangan,” cetus Siompu dengan nada geram, Kamis (29/01/2026).

Menampar Eksistensi “Cari Panggung”IMM menyayangkan jika peran organisasi mahasiswa justru melenceng menjadi alat untuk menjatuhkan reputasi pihak lain demi menunjukkan eksistensi belaka. Rusdian mengingatkan bahwa tugas utama aktivis adalah melindungi kepentingan masyarakat, bukan menciptakan kegaduhan lewat data sampah.

Poin-poin Tajam IMM Buru:
Data Fiktif: Tudingan masalah B3 pada kerabat “DEWA” dianggap sebagai informasi “sampah” yang merusak reputasi tanpa bukti konkret.

Merusak Kredibilitas: Narasi yang dibangun GMPRI dinilai bisa menciptakan keresahan publik yang tidak perlu di tengah masyarakat Buru.

Tantangan Transparansi IMM menyatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang untuk membedah fakta, demi memastikan hukum berdiri tegak di atas kebenaran, bukan di atas opini jalanan.

“Bicara Fakta atau Diam!”
Menutup pernyataannya, Rusdian Siompu memberikan peringatan keras kepada semua pihak agar menjaga etika dalam berpendapat. Menurutnya, kredibilitas sebuah gerakan dipertaruhkan ketika mereka mulai menyebar hoaks.

“Setiap pernyataan yang menyangkut nasib dan nama baik orang lain harus bisa diverifikasi. Jangan membangun narasi dari dugaan-dugaan yang tak berujung. Kami tetap terbuka untuk dialog, asalkan syaratnya satu: bawa bukti valid, bukan informasi bohong!” tegasnya dalam menutup pembicaraannya (Tim-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.