HUKUM DIABAIKAN, MODUS “KASIHAN” JADI SENJATA: TIM GAKKUM POLRES BURU OBRAK-ABRIK SARANG TONG ILEGAL.!!

oleh -447 Dilihat
oleh

Namlea – Radarnasionalnews.com –
Bak menantang maut di siang bolong! Harumnya aroma emas ilegal rupanya jauh lebih memikat ketimbang dinginnya jeruji besi.

Inilah potret nyata pembangkangan hukum di tanah Buru, di mana para “pemain” tong di Desa Dava dan Desa Widit seolah tuli dan buta terhadap titah aparat.

Hukum Dianggap Angin Lalu?
Meski peringatan keras sudah menggema, pantauan tim di lapangan mengungkap fakta yang mengiris hati. Di Kecamatan Waelata, mesin-mesin penghancur lingkungan itu tetap menderu tanpa dosa. Seolah-olah, seragam cokelat yang datang sebelumnya hanyalah formalitas belaka.!!

Modus Klasik di Balik Racun Lingkungan Sosok bernama Adi, salah satu pemilik tong di Desa Widit, dengan santainya melontarkan jurus “iba”. Dengan dialek khasnya, ia berdalih bahwa pengoperasian tong tersebut hanyalah bentuk rasa kasihan kepada pemilik limbah Sebuah dalih yang menggelitik logika sejak kapan rasa kasihan bisa menjadi surat izin untuk melabrak hukum negara?

Tak kalah licik, pengusaha lain mencoba mengelabui mata dengan alasan menyalakan mesin demi penerangan. Namun, siapa yang bisa ditipu? Di bawah terik matahari yang menyengat, sirkulasi karbon justru terlihat menari-nari aktif.

Sebuah sandiwara murahan yang kini terbongkar telanjang!
Gebrakan Tajam Sang Kabag Ops
Gerah dengan sikap kepala batu para pengusaha nakal, Polres Buru akhirnya tak main-main. Ibarat “Silet” yang siap menyayat setiap pelanggaran,

Tim Gakkum yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops AKP Deny Indrawan Lubis bersama Kapolsek Waeapo dan Kasat Narkoba terjun langsung ke medan laga..

“Himbauan kini berganti tindakan. Tak ada lagi ruang untuk negosiasi bagi mereka yang merusak alam demi segelintir keuntungan pribadi.”

Kabur Bak Tikus Ketakutan
Mengetahui kedatangan Tim Gakkum, para pemilik tong yang tadinya gagah berani seketika ciut. Mereka tunggang langgang melarikan diri, meninggalkan jejak-jejak kotor aktivitas mereka. Namun, mereka tak bisa lari sepenuhnya. Polisi berhasil menyita.!! puluhan karung karbon berisi material berharga.Zat kimia berbahaya (CN).
Mesin Alkom dan alat pembakaran emas sebagai bukti bisu kejahatan mereka.

Kini, publik menunggu. Sampai kapan aksi kucing-kucingan ini berakhir? Satu satunya yang pasti, hukum harus tetap tegak, setajam silet, tanpa pandang bulu!! (Tim-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.