FITNAH MURAHAN! Wawan Kusnan Telah Membantahkan Isu Pungli TNI di Anahoni Adalah Narasi Sampah untuk Mengadu Domba Rakyat!

oleh -507 Dilihat
oleh

Namlea – Radarnasionalnewsn.com  –  Isu liar yang mencoba menyudutkan institusi TNI terkait dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan Kali Anahoni, areal sagu Gunung Botak, akhirnya dibungkam total. Wawan Kusnan, tokoh pemuda adat Kayeli, muncul dengan pernyataan tajam yang merobek narasi palsu yang selama ini beredar di publik.

Narasi Pengecut yang Dipaksakan
Wawan Kusnan secara tegas membantah seluruh tuduhan keterlibatan oknum TNI dalam praktik pungli.

Baginya, tuduhan tersebut bukan sekadar salah paham, melainkan sebuah pembunuhan karakter yang dirancang secara sistematis oleh pihak-pihak yang kepentingannya terganggu.

“Semua tuduhan itu murni fitnah murahan! Isu ini sengaja digoreng oleh ‘pemain gelap’ untuk menyudutkan aparat. Jangan coba-coba memancing di air keruh dengan narasi sampah yang tidak berdasar,” tegas Wawan dengan nada bicara yang menusuk.

Anahoni Milik Adat, TNI Adalah Benteng Kami.!! Wawan menekankan bahwa keberadaan aparat di wilayah Anahoni bukanlah atas kemauan sepihak, melainkan permintaan dan kebutuhan masyarakat adat Kayeli sendiri. Ia membeberkan fakta lapangan yang tak terbantahkan Legitimasi Ulayat:

Lahan Kali Anahoni adalah milik sah masyarakat adat Kayeli. Warga lebih memilih dijaga oleh aparat resmi negara daripada harus tunduk pada intimidasi preman atau oknum ilegal.

Stabilitas Keamanan: Kehadiran TNI-Polri adalah “penyaring konflik” yang memastikan warga lokal bisa beraktivitas tanpa rasa takut dari tekanan pihak luar.

Benteng Terakhir: Masyarakat Kayeli secara sadar meminta Pos TNI-Polri tetap tegak berdiri demi menjaga marwah dan stabilitas di tanah ulayat mereka.

“Siapa yang Terganggu, Dialah Sang Fitnah”Kesimpulan tajam dari pemuda Kayeli ini sangat jelas: Siapapun yang menghembuskan isu pungli adalah mereka yang merasa “bisnis ilegalnya” terhambat oleh keberadaan aparat.

Narasi pungli dianggap sebagai senjata kaum pengecut yang mencoba mengadu domba rakyat dengan TNI.

“Jika TNI-Polri angkat kaki, maka para ‘penumpang gelap’ akan berpesta pora menguasai Anahoni. Kami masyarakat Kayeli sudah cerdas; kami tahu siapa kawan yang menjaga dan siapa lawan yang mencoba memeras.

Kami siap pasang badan untuk institusi yang menjaga tanah kami!” pungkas Wawan Kusnan saat menutup pernyataannya.(Tim-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.