Namlea – Radarnasionalnews.com – Genderang perang terhadap narasi bohong resmi ditabuh. Tuduhan liar dan tak berdasar yang dimainkan Aliansi Mahasiswa Bupolo (AMB) di bawah kendali Viky Besan terhadap IPDA Muhammad Naim Uslan bukan sekadar kritik, melainkan serangan brutal terhadap kehormatan seorang perwira dan institusi Polri.maupun para tim satgas Gabungan pengamanan Lea kaku gunung Botak.,!!
Tudingan keterlibatan dalam mafia tambang Gunung Botak ini disebut sebagai “sampah visual” yang sengaja disebar untuk membunuh karakter seseorang tanpa bukti satu persen pun.
Dalam klarifikasi darurat via telepon pada Rabu (07/01/2026), kepada Media ini IPDA Muhammad Naim Uslan dengan nada bicara yang tegas dan tak kenal kompromi, meluluhlantakkan seluruh narasi yang dirilis media RN.Today.Com. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah pelecehan terhadap konstitusi kepolisian dan Konstitusi TNI maupun Satpol-PP dan Masyarakat Adat sebagai Satgas Gabungan pengamanan Lea kaku gunung Botak.,,!!
Fakta Pahit Tim Satgas Aparat Gabung TNI-POLRI Satpol-PP Dan Masyarakat Adat Berjibaku menghalau para penambang yang mencoba masuk lewat jalur jalur Tikus dan untuk dapat beraktivitas di wilayah tambang gunung Botak, Sebaliknya Malah AMB Hanya Berasumsi yang tidak jelas..!!
Sebagai Danpos Gapurang, dan Lonsoran IPDA Muhammad Naim Uslan mengungkapkan fakta lapangan yang jauh dari tudingan miring oleh AMB.
Di saat pasukannya bersama TNI,Satpol-PP dan Masyarakat Adat berjibaku menghalau penambang yang nekat merayap melalui “jalur tikus” di hutan belantara Gunung Botak, AMB justru asyik membangun opini sesat di balik meja.
“Kami para tim satgas Gabungan pengamanan Lea kaku gunung Botak Dari TNI-POLRI, Satpol-PP dan Masyarakat Adat bekerja siang malam untuk menjaga kedaulatan hukum di Lea Kaku Gunung Botak dan Tidak ada sejengkal tanah pun yang kami izinkan untuk ditambang secara ilegal!
Jika ada aktivitas, itu adalah mereka para pelaku pelaku tambang emas Lea kaku gunung Botak yang kucing-kucingan lewat jalur’ tikus
Narasumber berinisial SW membongkar bahwa ada oknum-oknum tertentu yang menggunakan beberapa nama koperasi., Seperti koperasi Produsen Wa Suel yang berlokasi di area Kapuran dan Koperasi Produsen Mahardi Karya Mandiri yang berlokasi di area Lonsoran sebagai “perisai sakti” untuk melegalkan praktik terlarang.
Menurut SW bahwa Satgas yang tergabung dalam Tim pengamanan gunung Botak antaranya TNI-Polri,
Satpol PP dan masyarakat Adat yang berjibaku dan menghalau para penambang yang mencoba masuk lewat pintu pintu jalur tikus kini justru menjadi pihak yang disulitkan dengan regulasi abu-abu ini,oleh AMB
eh sekarang ini malah tim gabungan satgas gunung Botak yang dituduh sebagai mafia? Ini benar-benar dunia terbalik dan fitnah yang sangat keji!” semprot SW dengan nada geram.
Siapa Mafia Sebenarnya?
Publik kini diajak cerdas melihat siapa yang sebenarnya bermain. Apakah mereka yang berkeringat di hutan menjaga negara, atau mereka yang sibuk memproduksi narasi kebencian demi kepentingan tertentu? (Tim-01)







