Dipisahkan Lautan, Disatukan Sejarah! Tangisan Haru Latbual dan Batbual Pecah di Pulau Buru

oleh -1164 Dilihat
oleh

Namlea-Radarnasionalnews.com- Setelah terpisah lintas generasi dan terbentang jarak ribuan mil lautan Maluku, dua saudara kandung dari garis keturunan leluhur yang sama, Latbual dan Batbual, akhirnya bersatu kembali dalam sebuah momen yang sangat emosional. Sabtu, 15 November 2025, menjadi tanggal bersejarah di mana suara tangisan bahagia pecah di Desa Modan Mohe, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru.

Reuni akbar ini dipicu oleh kunjungan rombongan keluarga besar Batbual yang menempuh perjalanan jauh dari Tanimbar menuju Buat Sikit Fuk, jantung budaya Buru. Pertemuan heroik ini mengangkat tema yang menyentuh hati: “Silaturahmi Ade Kaka Batbual dan Latbual yang Terpisah Sekian Lama”.

Momen Dramatis: Pelukan Hangat Menghapus Jeda Sejarah
Suasana haru tak terhindarkan saat rombongan Batbual menginjakkan kaki di tanah Buru dan bertemu langsung dengan saudara mereka, Latbual. Para sesepuh dan generasi muda saling berpelukan erat, menunjukkan ikatan darah yang tak pernah pudar meskipun dibatasi oleh migrasi leluhur ratusan tahun silam. Air mata yang tumpah bukan lagi air mata kesedihan, melainkan luapan kegembiraan dan syukur atas terkabulnya kerinduan yang telah lama terpendam.

“Kami seperti menemukan kembali potongan diri kami yang hilang,” ujar salah satu perwakilan keluarga Batbual dari Tanimbar. “Melihat wajah-wajah yang sangat mirip dengan paman dan kakek kami, rasanya jarak dan waktu itu seketika sirna.”

Merawat Janji Leluhur: Penguatan Persaudaraan Lintas Pulau
Reuni ini membuktikan bahwa semangat persaudaraan ‘Ade Kaka’ yang diwariskan oleh leluhur di Maluku, jauh lebih kuat dari batas geografis manapun.

Tujuan utama dari silaturahmi ini adalah untuk mempererat persaudaraan yang kokoh dan harmonis, memastikan bahwa kisah pemisahan tidak akan terulang lagi.

Acara yang dipenuhi dengan tradisi dan ritual adat lokal ini sekaligus menjadi pembelajaran sejarah bagi generasi muda kedua marga. Mereka diingatkan tentang asal-usul, nilai-nilai budaya, dan kewajiban untuk menjaga tali persatuan yang telah disambung kembali..

Kepala Adat setempat berujar: “Ini adalah janji yang ditepati. Darah tidak akan pernah berbohong. Hari ini, Latbual dan Batbual telah membuktikan bahwa meskipun kita dipisahkan oleh ombak, kita disatukan kembali oleh akar sejarah dan cinta. Semoga persatuan ini menjadi contoh bagi seluruh Maluku.”

Peristiwa monumental di Desa Modan Mohe ini bukan hanya cerita tentang sebuah keluarga, tetapi juga kisah inspiratif tentang kekuatan budaya, sejarah, dan ikatan darah yang mampu menaklukkan pemisah terlama di dunia: waktu dan jarak. Pewarta Kamel. Dfn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.