Namlea – Radarnasionalnews.com – Gema perintah pengosongan wilayah tambang ilegal bukan lagi sekadar gertakan sambal.
Gunung Botak kini berada dalam cengkeraman pengamanan super ketat. Tidak ada ruang sembunyi, tidak ada celah negosiasi.
Minggu (3/5/2026), Danrem 151/Binaiya, Brigjen TNI Raffles Manurung, S.I.P., bersama Dandim 1506/Namlea, Letkol Inf. Heribertus Purwanto, S.I.P., M.I.P., melakukan “serbuan” inspeksi mendadak ke jantung pertahanan Satgas di wilayah tambang Kabupaten Buru.
Kehadiran Sang Jenderal Bintang Satu ini adalah pesan eksplisit: Negara tidak boleh kalah oleh mafia.”!
Legitimasi Tanpa Ampun Dasarnya Adalah Hukum.”!
Operasi besar-besaran ini bukan tanpa alasan. Pergerakan pasukan ini merupakan eksekusi nyata dari payung hukum yang kokoh.”!!
Keputusan Gubernur Maluku Nomor 2394 (27 November 2025): Tentang pembentukan Satgas Penertiban dan Pengosongan lokasi PETI (Pertambangan Tanpa Izin).
Surat Perintah (Sprin) Nomor 856/IV/2026: Mandat khusus pengamanan penertiban kawasan Gunung Botak tahun 2026.
Rekomendasi Kunjungan Kasum TNI: Sebagai tindak lanjut inspeksi Kepala Staf Umum TNI selaku Kepala Satgas PKH pada 13–15 April 2026 lalu, yang memerintahkan sterilisasi total wilayah Maluku dari tambang ilegal.
Pagar Betis 24 Jam: Memutus Napas Mafia.”!!
Danrem menegaskan bahwa Gunung Botak kini dalam status Siaga Total. Seluruh personel diperintahkan siaga 1×24 jam untuk menutup rapat setiap akses tikus yang biasa digunakan para penambang liar.”!!
“Kami tidak hanya berjaga, kami membersihkan. Berdasarkan keputusan Gubernur dan perintah komando atas, tidak ada ruang bagi mafia tambang untuk bernapas.
Jika berani melanggar, mereka akan berhadapan langsung dengan hukum dan kekuatan penuh Satgas,” tegas Brigjen TNI Raffles Manurung dengan nada dingin namun tajam.”!!
Kolaborasi Pasukan Elit Menghancurkan Infrastruktur PETI
Kekuatan yang dikerahkan adalah kolaborasi mematikan bagi pelaku ilegal. Gabungan pasukan ini terdiri dari.”!!
Yonif Raider 733/Masariku: Pasukan elit dengan kualifikasi khusus.”!Yonif TP. 821/Satria Bupolo.Kodim 1506/Namlea.
Satpol PP Kabupaten Buru.
Tak sekadar memberi instruksi di balik meja, Danrem dan Dandim terlihat turun langsung ke medan berlumpur, ikut serta dalam penghancuran dan pembersihan sisa-sisa infrastruktur tambang ilegal.
Aksi “bersih-bersih” ini menjadi tamparan keras sekaligus simbol bahwa TNI tidak akan mundur sejengkal pun sebelum Gunung Botak benar-benar steril.”!!
Peringatan Terakhir Kini, Gunung Botak bukan lagi ladang “uang haram” bagi segelintir oknum. Dengan adanya Sprin 856/IV/2026, setiap jengkal tanah di kawasan tersebut kini di bawah pengawasan laras baja.”!!
Operasi penyisiran akan terus dilakukan dengan intensitas tinggi. Pesannya jelas: Pergi sekarang secara sukarela, atau angkut paksa oleh petugas.
Gunung Botak harus kembali ke pangkuan regulasi, bersih dari merkuri, dan bebas dari cengkeraman para mafia tambang .(Tim – 01)








