Buru Membara! Pemda “Tuli” Bertahun-tahun, Ahli Waris Lawata Lumpuhkan Akses Vital Namlea..!!

oleh -462 Dilihat
oleh

Namlea – Radarnasionalnews.com –
Wajah birokrasi Kabupaten Buru kembali tercoreng. Akibat sikap dingin dan pengabaian hak rakyat yang berlarut-larut,.!!

pihak Ahli Waris Lawata akhirnya mengambil langkah ekstrem dengan memblokade sejumlah ruas jalan vital di pusat kota Namlea, Senin (06/04/2026).

Aksi “potong jalan” ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buru yang dinilai gagal menyelesaikan sengketa tanah selama bertahun-tahun..!!

Lumpuhnya Jantung Kota Manifestasi Kekecewaan
Mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIT, akses menuju Masjid Maulana Ibrahim, area depan Pendopo Wakil Bupati, hingga jalur menuju Pasar, lumpuh total..!!

Pemalangan ini bukan sekadar aksi spontan, melainkan puncak gunung es dari rasa frustrasi keluarga Lawata terhadap Pemda buru..!!!

Melvin Lawata, perwakilan ahli waris, menegaskan bahwa jalur diplomasi sebenarnya telah ditempuh. Mereka telah menyurati Bupati Buru, Ikram Umasugi, SE, namun surat tersebut seolah hanya menjadi penghuni keranjang sampah di meja kekuasaan.
Tidak ada respon, apalagi itikad baik.

“Kami sudah menyurati Bupati, tapi tidak direspon sama sekali. Bertahun-tahun kami menunggu, tapi Pemda tidak punya itikad baik,” ungkap Melvin dengan nada kecewa saat diwawancarai awak media..;!

Sekda Turun Tangan, AKJII Maluku Kecam Keras Ketegangan di lapangan memaksa Sekretaris Daerah (Sekda) Buru, Azis Tomia, S.STP, M.AP, turun ke lokasi didampingi Kapolsek Namlea, Carles S. Langitan. Dalam dialog yang berlangsung panas, Sekda meminta ahli waris untuk tidak lagi melakukan pemalangan jalan.
“Kalau ada apa-apa sampaikan ke kami, jangan melakukan pemalangan jalan seperti ini,” ujar Sekda Azis mencoba meredam situasi..!!

Namun, pernyataan Sekda tersebut langsung mendapat reaksi pedas dari Kamel Definubun, Ketua DPD Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia (AKJII) Provinsi Maluku.

Menurut Kamel, Pemda tidak seharusnya hanya hadir saat jalan sudah dipalang, melainkan harus menyelesaikan akar masalah sejak lama.

“Saya mengecam keras sikap abai Pemda Buru. Ini soal hak masyarakat yang dirampas secara sistematis oleh birokrasi yang lambat!” tegas Kamel Definubun yang didampingi Dewan Pengawas AKJII, Putra Badmas.

Ancaman Laporan ke Pusat: Bola Panas di Meja Bupati
Kasus ini dipastikan tidak akan berhenti di tingkat kabupaten. Kamel Definubun menegaskan akan membawa “dosa” Pemda Buru ini ke Jakarta.

“Bulan Juli saya akan ke Jakarta. Saya akan bawa masalah ini ke DPP AKJII Pusat dan Ketua Umum Pemantau Keuangan Negara (PKN). Hak rakyat tidak bisa ditawar-tawar!” ancam Kamel.

Menanti Janji Selasa Besok
Setelah negosiasi yang alot, pemalangan jalan akhirnya dibuka kembali dengan kesepakatan bahwa pada Selasa (07/04/2026), pihak ahli waris yang didampingi langsung oleh Ketua DPD AKJII Maluku akan menghadap Bupati Ikram Umasugi dan Sekda Azis Tomia di Kantor Bupati.

Publik kini menanti: Apakah pertemuan besok akan melahirkan solusi konkret, ataukah Pemda Kabupaten Buru akan kembali mempertontonkan drama “janji manis” yang tak kunjung terealisasi?

Jika besok gagal, bukan tidak mungkin Namlea akan kembali lumpuh total.Pewarta: Kamel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.