Bambu Hancurkan dan patah  Kepala anak berusia 16 Tahun, Aparat Beringas Siksa Pelajar: Saat Penambang Liar Dilindungi, Anak Kecil Dibantai”!!

oleh -47 Dilihat
oleh

Namlea – Radarnasionalnews.com
“anak kami di siksa di atas tanah kelahirannya sendiri! Dihantam bambu pada kepalanya hingga hingga banbunya hancur berkeping-keping, disiksa dengan selang bagai binatang oleh mereka yang berseragam dan digaji dari uang rakyat!

Di mana nurani kalian, bajingan-bajingan berdarah dingin? Kalian bukan penegak hukum, kalian adalah komplotan preman bersenjata yang haus darah anak-anak tak berdosa!”

Demikianlah jeritan tangis histeris dan raungan murka yang tak tertahankan dari orang tua ASS (16), seorang Anak pelajar SMA yang disiksa oleh oknum aparat Satgas Pengamanan Pos Gunung Batu”!!

KEBENGISAN DI LUAR BATAS KEMANUSIAAN”!!

Anak kami bukan musuh negara! Dia adalah anak di bawah umur, pelajar yang masih membawa buku dan impian masa depan.

Namun, apa yang didapatkannya dari tangan-tangan kotor oknum aparat yang bersembunyi di balik laras panjang?

Kepala dihantam bambu hingga patah dan hancur Bambunya”!!

Tubuh disiksa brutal menggunakan selang hingga badannga memar”!!

Harta benda dan material milik korban dirampas secara Paksa oleh oknum-oknum yang telah kehilangan akal sehat dan moralitas”!!

Bagaimana bisa kalian tidur nyenyak di atas penderitaan anak kami? yang kalian hantam dengan bambu dan selang hingga memar pada badannya,”!!

impian seorang ibu dan ayah yang merawat anaknya dengan keringat sendiri malah ditindas oleh oknum anggota TNI pos gunung batu*!!

STANDAR GANDA PALING JAHANAM: PENAMBANG LIAR KAYA RAYA DIBIARKAN, ANAK KECIL DISIKAT!

Kemarahan kami sudah mencapai puncaknya! Di saat ribuan penambang ilegal dan para pemodal tambang liar bebas mengeruk kekayaan bumi Gunung Botak dengan leluasa—tanpa tersentuh hukum, melenggang kangkung di depan mata kalian—taring kalian mendadak menjadi sangat tajam hanya saat berhadapan dengan anak-anak kecil yang tak berdaya!

Di mana nyali besar kalian saat menghadapi para cukong tambang ilegal? Mengapa ciut, gemetar, dan mendadak bisu?

Kenapa kalian begitu garang, begitu keji, dan begitu haus darah ketika menyiksa seorang pelajar SMA yang tak punya kuasa?

Ini adalah standar ganda paling menjijikkan yang memperlihatkan dengan telanjang bahwa kalian telah disetir oleh syahwat kekuasaan dan uang, bukan lagi kehormatan militer!

TUNTUTAN KAMI: KEADILAN MUTLAK ATAU KAMI SENDIRI YANG MENAGIHNYA!

Sebagai orang tua korban, kami tidak akan pernah mundur selangkah pun! anak kami di siksa oleh oknum Tim satgas dari sektor pos gunung batu! Kami menuntut pertanggungjawaban mutlak tanpa kompromi dari para petinggi militer di wilayah hukum Maluku”!!

TANGKAP DAN PECAT TIDAK HORMAT! Seluruh oknum anggota TNI di Pos Gunung Batu yang terlibat dalam penganiayaan brutal ini harus segera diseret ke Mahkamah Militer dan dipecat seketika!

Jangan ada kata ampun bagi bajingan berseragam yang menjadi musuh rakyat!

COPOT PARA PIMPINAN!

Pangdam XVI/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, Dandim 1506/Namlea, Danyon 821 Satria Bupolo, hingga Danyon 865 Manawata harus bertanggung jawab penuh atas runtuhnya moral anak buah di lapangan! Copot Danpos terkait yang gagal mendidik dan melindungi rakyat!

KEMBALIKAN HAK KORBAN!

Negara wajib hadir penuh untuk memulihkan fisik dan trauma psikologis anak kami, serta mengembalikan seluruh material yang dirampas secara paksa oleh tangan-tangan kotor anak buah kalian!

Jika Mabes TNI dan Pangdam XVI/Pattimura memilih diam atau mencoba melindungi anak buahnya yang biadab ini, maka jangan salahkan rakyat jika seluruh ibu di negeri ini turun ke jalan untuk meludahi muka para pengkhianat seragam!

Aparat preman adalah musuh rakyat, dan kami tidak butuh anggota yang sesukanya menindas rakyat yang bersembunyi di balik seragam loreng”!! (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.