Tangis Bahagia Pecah di Pulau Buru: Keluarga Besar Latbual dan Batbual Kembali Bersatu Setelah Terpisah Lintas Pulau

oleh -2384 Dilihat
oleh

Namlea-Radarnasionalnews.com –
Sebuah momen haru dan bersejarah tercipta di Desa Modan Mohe, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, pada Sabtu (15/11/2025). Suara tangisan bahagia dan pelukan hangat memecah keheningan desa, menandai reuni emosional antara keluarga besar Batbual dari Tanimbar dengan saudara mereka, Latbual di Buru.

Kunjungan yang telah lama dinantikan ini mengusung tema menyentuh: “Silaturahmi Ade Kaka Batbual dan Latbual yang Terpisah Sekian Lama”. Acara ini berpusat di Buat Sikit Fuk, Buru, dan bertujuan utama untuk mempererat kembali persaudaraan yang kokoh dan harmonis yang sempat terputus oleh jarak dan waktu.

Jejak Sejarah yang Menyatukan Dua Pulau Reuni ini bukan hanya pertemuan keluarga biasa, melainkan pengembalian ikatan persaudaraan yang memiliki akar sejarah mendalam antara Buru dan Kepulauan Tanimbar. Kedua marga, Latbual dan Batbual, diyakini memiliki pertalian darah yang kuat, namun terpisah karena migrasi dan perjalanan leluhur di masa lampau.

Prosesi pertemuan diawali dengan upacara adat setempat yang penuh makna, menegaskan kembali identitas dan garis keturunan yang sama. Ketika rombongan Batbual dari Tanimbar tiba, suasana haru tak terelakkan. Para sesepuh dan generasi muda dari kedua belah pihak saling berpelukan, air mata menjadi saksi bisu atas penantian panjang ini.

Mempererat Ikatan yang Kokoh dan Harmoni salah satu perwakilan dari keluarga Latbual di Buru menyampaikan rasa syukur mendalam atas terlaksananya silaturahmi ini.

“Ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu. Meskipun terpisah oleh lautan dan pulau yang berbeda, darah kita tetap satu. Reuni ini menguatkan kembali janji leluhur untuk selalu menjaga tali persaudaraan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Sementara itu, perwakilan dari rombongan Batbual dari Tanimbar juga menegaskan komitmen mereka untuk tidak lagi membiarkan jarak memisahkan. “Kami datang membawa hati dan cinta untuk menyambung kembali ikatan ‘ade kaka’ yang terpisah. Kami berharap silaturahmi ini akan terus berlanjut dan menjadi contoh bagi generasi penerus,” katanya.

Acara silaturahmi ini diakhiri dengan jamuan bersama dan pembicaraan kekeluargaan yang akrab, memastikan bahwa persatuan Latbual dan Batbual kini kembali terjalin erat, menjanjikan masa depan persaudaraan yang harmonis di Maluku.(Kamel – 08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.