Namlea – Radarnasionalnews.com – Genderang perang terhadap perusak lingkungan telah ditabuh dengan nada yang lebih melengking. Tak ada lagi kata kompromi, tak ada lagi ruang untuk negosiasi.
Polres Buru baru saja membuktikan bahwa hukum bukan sekadar deretan pasal di atas kertas, melainkan “pedang” yang siap menebas siapa pun yang mencoba bermain api dengan zat mematikan.
Sandiwara Murahan di Balik Kepulan Sianida Di Desa Dava dan Desa Widit, Kecamatan Waelata, para pengusaha tong ilegal seolah sedang mementaskan teater komedi yang hambar.
Menggunakan modus “kasihan” dan dalih “penerangan” sebagai tameng, mereka mencoba menipu mata hukum. Namun, siapa yang bisa dikelabui ketika sirkulasi karbon dan aroma menyengat Sianida (CN) menari-nari di udara?
Sosok-sosok seperti Adi di Desa Widit boleh saja berdalih atas nama kemanusiaan, namun di mata hukum, itu hanyalah “surat izin palsu” untuk melegalkan perusakan alam. Mengoperasikan tong dengan bahan beracun demi keuntungan pribadi bukanlah bentuk rasa kasihan, melainkan sebuah pengkhianatan terhadap keberlangsungan lingkungan hidup.
Gebrakan Tajam: Gakkum Tak Main-Main! Gerah dengan perilaku kepala batu para pemain emas ilegal,
Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Polres Buru yang dikomandoi langsung oleh Kabag Ops AKP Deny Indrawan Lubis, bersama Kapolsek Waeapo dan Kasat Narkoba, melakukan operasi pembersihan yang tak terduga
Ibarat silet yang menyayat tanpa suara.!! namun dalam, tim ini menyisir setiap sudut sarang tong.!
Hasilnya Para pemilik tong yang tadinya gagah berani seketika kocar-kacir bak tikus kelaparan yang kehilangan lubang persembunyian.
Mereka lari tunggang-langgang, meninggalkan tumpukan karbon beracun dan mesin-mesin penghancur sebagai saksi bisu kejahatan mereka yang kini telah disita petugas.!!
Peringatan Keras Seluruh Wilayah Hukum Polres Buru Dalam Bidikan!
Bagi para pelaku di wilayah lain yang masih merasa aman, bersiaplah untuk merasa tidak nyaman. Penertiban di Desa Dava dan Widit bukanlah akhir dari cerita, melainkan prolog dari operasi besar-besaran.
Polres Buru memastikan bahwa dalam waktu dekat, operasi serupa akan merambah ke seluruh wilayah hukum Polres Buru tanpa terkecuali. Tidak ada zona nyaman bagi pengguna CN. Tidak ada tempat sembunyi bagi mereka yang menukar kelestarian alam dengan bongkahan emas ilegal.
“Himbauan sudah selesai, sekarang waktunya tindakan. Kami tidak akan berhenti di Waelata. Seluruh wilayah hukum Polres Buru akan kami sisir hingga bersih dari praktek ilegal yang merusak ini!”tegas pihak kepolisian.!!
Kini, publik menanti. Seberapa tajam silet hukum ini akan terus menyayat para pemain besar di balik layar? Satu yang pasti Hukum tidak akan tunduk pada air mata buaya bernama “belas kasihan”! (Tim-01)






